Belajar Tatap Muka Dimulai, Komisi IX DPR Minta Orangtua Tak Ragu Vaksinasi Anak

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mulai Januari 2022, pemerintah mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di daerah dengan level PPKM 1, 2, dan 3. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, dengan diterapkannya kebijakan ini, para orangtua diminta untuk mengajak anak untuk disuntik vaksin Covid-19.

Saya mendorong agar orang tua segera melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak. Sekarang banyak vaksinasi serentak untuk usia anak dan remaja. Gratis dan mudah,” kata kepada wartawan, Senin (3/12/2021).

Dia menjelaskan, vaksinasi sangat penting untuk keberlangsungan PTM. Dia menambahkan, vaksin bukan hanya kepada pendidik dan tenaga kependidikan saja (PTK).

“Namun juga orang tua dan murid. PTM bebas Covid-19 tidak akan berhasil dilaksanakan jika salah satu pihak belum divaksin,” tuturnya.

Dia optimistis penanganan Covid-19 bisa lebih sukses dengan semakin banyaknya anak-anak yang disuntik vaksin, terlebih tren kasus belakangan ini menurun. “Saya optimis, tentu jika protokol kesehatan dijalankan dengan ketat,” pungkasnya.

Cegah Terinfeksi Covid-19

Seorang anak disuntik vaksin covid-19 oleh tenaga kesehatan bertopeng superhero saat vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Seorang anak disuntik vaksin covid-19 oleh tenaga kesehatan bertopeng superhero saat vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hal senada dikatakan oleh Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani.

“Vaksin menjadi syarat anak bisa mendapatkan vaksin agar bisa sekolah luring. Jika aturan ini tegas, maka orang tua murid akan mempertimbangkan bahwa vaksin penting,” katanya secara terpisah.

Selain itu, kata dia, pihak sekolah harus memberikan penjelasan terkait pentingnya vaksin agar tidak menjadi terpaksa untuk divaksin tetapi betul-betul sukarela. “Vaksin salah satu cara untuk memastikan bahwa masing-masing anak memiliki kekebalan awal terhadap Covid-19,” imbuhnya.

Dia mengatakan, dari data evaluasi menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin akan dapat mencegah keparahan ketika terinfeksi.

"Tentu kelompok anak-anak di Indonesia cukup banyak. Ini akan lebih meningkatkan cakupan jika kelompok anak yang menjadi target vaksin banyak yang sudah divaksin,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel