Belajar Tentang Dunia Kebugaran dan Metabolisme dari Dokter Gigi Nicolas Suhendra

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jika menengok laman Instagram @steadfastnick tanpa memerhatikan informasi yang tertera di bagian bio, pasti Anda akan menduga bahwa pria kekar yang ada di situ adalah seorang pelatih kebugaran dengan latar pernah menjadi binaragawan.

Namun, ketika membaca lagi satu per satu informasi dari atas, betapa terkejutnya Anda bahwa sang empunya akun adalah seorang dokter gigi.

Pria bertubuh kekar itu adalah seorang dokter gigi spesialis prostodonsia, drg Nicolas Suhendra SpPros. Dia tamat dari Kedokteran Gigi Umum Universitas Trisakti, Jakarta, pada 2012 dan meraih gelar Spesialis Prosthodonti dari Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, enam tahun kemudian.

Dari pengakuannya, Nico sudah mulai melakukan latihan kebugaran jauh sebelum dia menyandang gelar dokter. Lebih tepatnya sejak 2006, anak dari Ketua sekaligus Pendiri Komunitas Indonesia Lawan Osteosarcopenia (KILO), Dr Henry Suhendra SpOT, sudah mulai latihan kebugaran berawal dari ajakan sang ayah yang merupakan seorang dokter spesialis bedah tulang.

Dan, Nico, mengaku, mendapat begitu banyak manfaat dari latihan kebugaran yang dia tekuni selama belasan tahun.

“Manfaat yang pertama ya penampilan menjadi lebih bagus, kedua lebih percaya diri, ketiga bisa makan lebih banyak, keempat bisa menikmati hidup, kelima bisa diet lebih mudah, keenam bisa meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga,” kata Nico kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Sabtu, 13 Februari 2021.

Selain berbagai manfaat di atas, latihan kebugaran atau fitness juga membuatnya tidak takut gemuk. Dulu, lanjutnya, dia sangat mudah gemuk karena belum mengerti metabolisme. Sampai akhirnya dia sadar, latihan kebugaran berhubungan langsung dengan metabolisme.

“Dulu gampang gemuk kalau sekarang justru gampang kurus. Kalau saya lupa makan, biasanya agak langsingan dikit,” ujarnya.

Kesenangannya dalam berlatih kebugaran membawanya pada berbagai kegiatan sertifikasi internasional seperti Opex-USA, NSPA-USA, Australian Strenght Coach, dan lain-lain. Pria kelahiran 22 Desember 1987 mulai menjadi pelatih kebugaran atas dorongan dari banyak teman dekat. Mereka meminta bantuan untuk perbaikan gerakan latihan dan pola nutrisi.

Berbagai materi latihan pun mulai dibagikan secara luas melalui akun @steadfastnick pada 2018. Hingga kini, akun tersebut telah memiliki 27,4 ribu pengikut (followers)

Salah satu tujuan Nico dalam menekuni dunia kebugaran ini adalah untuk mematahkan mitos-mitos di bidang kebugaran dan nutrisi yang banyak dipercaya oleh orang.

Faktor Pendukung Keberhasilan Latihan

Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros. Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.
Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros. Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.

Pendiri Klinik Utama Malabar 21 Dental, Jakarta Selatan, juga memaparkan faktor-faktor pendukung keberhasilan latihan kebugaran. Hal pertama yang disebutkan adalah konsistensi.

Jika seseorang tidak konsisten, tidak terarah, dan tidak terstruktur dalam melakukan pelatihan kebugaran, kata Nico, latihan tidak akan bertahan dalam jangka lama.

“Soalnya kalau dalam dunia fitness, itu permainan jangka panjang. Bukan jangka pendek seperti orang lari sprint," katanya.

Faktor kedua adalah makanan. Menurut pengamatannya, sejak 2006 hingga 2021 kebanyakan orang masih percaya bahwa makanan itu harus 'bersih' 100 persen padahal tidak.

“Jadi, orang-orang hanya fokus di kualitas makanannya doang tapi mereka tidak memerhatikan kuantitas. Rata-rata orang hanya lihat angkat beban atau fitness sama dengan mengurangi berat badan, padahal belum tentu,” dia menjelaskan.

Nico, mengatakan, latihan kebugaran bukan hanya tentang mengurangi berat badan. Namun, bagaimana cara seseorang dalam membangun massa otot. Sebab, dengan meningkatkan massa otot, otomatis metabolisme tubuh akan menjadi lebih baik.

“Sepertinya banyak orang di Indonesia masih belum mengerti sampai situ. Mungkin mengerti tapi tidak di-highlight sampai segitunya. Metabolisme itu memegang peranan besar dalam kehidupan sehari-hari, cara meningkatkannya dengan latihan beban," ujarnya.

Risiko Jika Fitness Tak Sesuai

Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros dan keluarga  Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.
Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros dan keluarga Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.

Sebagian orang yang tidak mengerti teknik latihan kebugaran cenderung berlatih hanya untuk mendapatkan badan yang bagus agar terlihat keren. Padahal, latihan tanpa arahan yang baik dapat menimbulkan risiko termasuk tidak adanya perkembangan yang didapat.

Jika kesalahan berada pada jadwal latihan, kata Nico, risiko yang bisa didapat adalah tidak adanya perkembangan. Dia melihat bahwa mayoritas orang Indonesia yang melakukan latihan hanya berpikir tentang berapa berat beban yang dapat diangkat.

“Dia hanya melihat apa yang ada di depan mata. Padahal, yang dilihat harusnya dari sudut pandang yang lebih luas karena dalam angkat beban yang terpenting itu bukan ngangkat berapa, tapi ada peningkatan atau tidak?," kata pelatih kebugaran bersertifikat The National Sports Performance Association (NSPA).

“Contoh, biasanya yang diangkat empat kilo. Kalau yang diangkat empat kilo terus dari 1 Januari sampai 31 Desember, nggak ada progres kan, jadi yang kita perhatikan itu adalah peningkatannya,” Nico menekankan.

Selain itu, pola makan yang tidak sesuai juga dapat menghambat keberhasilan latihan kebugaran. Jika makanan yang dikonsumsi jumlahnya tidak sesuai maka perkembangan pun tidak akan terlihat.

“Mayoritas orang hanya mementingkan penampilan keren tapi tidak dilihat sisi medisnya bagaimana. Makanya, banyak orang yang melakukan diet ekstrem, nggak makan ini dan itu agar bisa kurus secepat-cepatnya,” katanya.

Setiap orang memiliki kemampuan intensitas Latihan dan cara diet yang berbeda-beda, lanjutnya. Maka dari itu, Nico menyarankan bagi setiap orang yang hendak melakukan latihan kebugaran harus konsultasi terlebih dahulu.

“Sebaiknya kalau memang benar-benar mau serius 100 persen, kita nggak hanya konsultasi tapi juga cek darah. Jika secara medis sudah baik maka perlu juga memelajari pola makan yang baik,” ujarnya.

Risiko lainnya adalah cedera. Menurutnya, banyak kasus orang cedera contohnya di bagian lutut atau punggung bawah akibat salahnya pola atau teknik latihan.

Jadwal dan Pola Makan yang Baik untuk Dukung Latihan Kebugaran

Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros. Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.
Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros. Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.

Fitness atau latihan kebugaran memiliki lingkup yang sangat luas. Di Indonesia sendiri, kebanyakan orang menyebut fitness sebagai body building atau pembentukan tubuh.

Terkait jadwalnya, ayah satu anak ini merekomendasikan jadwal fitness minimal tiga kali dalam satu minggu.

“Paling untuk bisa menumbuhkan otot itu minimal 3 kali seminggu lah kalau bisa lebih ya lebih bagus," katanya.

Tentunya aktivitas latihan ini harus diimbangi dengan makanan yang baik dan jumlahnya juga baik, tambahnya. Di luaran sana, dari hal nutrisi orang awam berpikir bahwa makanan harus 'bersih' dan sesedikit mungkin.

“Kalau konteksnya untuk menurunkan berat badan ya oke, tapi hal itu sebaiknya tidak dilakukan selamanya. Itu hanya dilakukan ketika orang mau menurunkan lemak tubuh atau berat badan,” katanya.

“Kalau semua itu sudah selesai, harus kembali ke jumlah makanan yang normal. Itu yang banyak orang nggak tahu. Yang mereka tahu badannya bagus dengan makan segitu dan selamanya menggunakan porsi sedikit itu," Nico melanjutkan.

Dalam mengatur pola makan, pendekatan yang dilakukan setiap orang berbeda-beda. Ada yang melarang diri untuk memakan makanan tertentu ada pula yang memakan segala jenis makanan dengan jumlah yang diatur. Nico sendiri lebih memilih konsumsi semua makanan, tapi jumlahnya yang disesuaikan.

“Saya sih menganjurkan, makan ya makan aja tapi jumlahnya yang perlu diperhatikan. Kalau ngomongin jumlah itu ya kalori makanan, itu yang perlu diperhatikan ini memang ada studinya. Kalau pun kita makan makanan super sehat tapi kalau kebanyakan ya tetap gemuk juga,” katanya.

Kiat Berlatih Kebugaran bagi Pemula

Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros (kiri) Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.
Drg. Nicolas Suhendra, Sp.Pros (kiri) Foto: Dokumntasi Nicolas Suhendra.

Bagi para pemula, Nicolas memiliki kiat-kiat tersendiri. Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah jumlah dan kualitas dari makanan sehari-hari.

“Kebanyakan orang itu hanya memerhatikan kualitasnya saja, tidak memerhatikan jumlah sama sekali. Kalau diperhatikan pun paling berpikirnya harus sedikit, padahal sehat itu bukan berarti menguruskan badan," ujarnya.

Jika dari segi latihan beban, maka yang perlu diperhatikan adalah teknik latihan. Teknik latihan berhubungan langsung dengan para pelatih yang juga harus memiliki kualitas dan pemahaman yang baik tentang latihan kebugaran.

Dia setuju bahwa kualitas seorang pelatih sangat berpengaruh terhadap keberhasilan orang yang dilatihnya.

“Pelatih secara tidak langsung menjadi guru atau role model. Orang jika sudah lelah bekerja pasti malas latihan sendiri, mau nggak mau mereka butuh pelatih,” katanya.

“Kalau trainer-nya ngajarinnya ‘bleketek’ yaudah susah, jadinya cedera, rata-rata cedera di lutut, punggung bagian bawah, di luar sana masih banyak yang gitu,” Nico menekankan.

Dia berharap ke depannya dunia kebugaran Indonesia termasuk para pelatihnya akan semakin berkembang menjadi lebih bagus.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah COVID-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini