Belanda dan China gondol emas dayung empat putra dan putri

·Bacaan 2 menit

Belanda dan China mencatat waktu terbaik dunia untuk memenangkan medali emas scull empat putra dan putri ketika dayung Olimpiade melanjutkan lomba di Sea Forest Waterway Tokyo, Rabu.

China melenyapkan pesaing mereka dengan merebut scull empat putri dengan waktu 6 menit 5,13 detik, lebih dari enam detik di depan Polandia yang meraih medali perak Polandia dan Australia yang mendapatkan perunggu.

Pada bagian putra, Belanda memenangkan emas setelah mencatat waktu 5 menit 32,03 detik atau 1,72 detik lebih cepat dari pada Inggris dan Australia yang masing-masing memperoleh perak dan perunggu.

Lomba dimulai Rabu di bawah kondisi panas dan berangin setelah penyelenggara menangguhkan balapan selama dua hari karena prakiraan cuaca buruk.

Baca juga: Dua emas pertama dayung jadi milik Rumania dan Prancis
Baca juga: Hari ini Olimpiade Tokyo perebutkan 23 emas, termasuk 3x3 putra-putri

Dua perebutan medali pertama dayung Olimpiade Tokyo menghadirkan sensasi ketika Ancuta Bodnar dan Simona Radis dari Rumania memenangkan emas duoble scull putri sementara Hugo Boucheron dan Matthieu Androdias dari Prancis memenangkan bagian putra dan keduanya menciptakan waktu terbaik Olimpiade.

Brooke Donoghue dan Hannah Osborne dari Selandia Baru meraih perak pada nomor putri dan Roos de Jong dan Lisa Scheenaard dari Belanda meraih perunggu.

Sementara itu Melvin Twellaar dan Stef Broenink dari Belanda merebut perak dalam kompetisi putra, dan Liu Zhiyu dan Zhang Liang dari China merebut medali perunggu, setelah jeda akhir membuat Prancis mengamankan kemenangan dengan waktu 6 menit 00,33 detik.

Laga ulang Kejuaraan Dunia 2019 antara Australia dan Belanda pada dayung empat putri tidak mengecewakan ketika Australia kembali menjadi juara, sedangkan Belanda meraih perak.

Irlandia menyalip peringkat keempat Inggris pada kuarter terakhir perlombaan untuk mengamankan perunggu yang merupakan medali Olimpiade kedua yang mereka peroleh dari dayung Olimpiade, demikian Reuters.

Baca juga: Mutiara/Melani petik pengalaman berharga di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Milak kuasai emas 200m kupu-kupu Tokyo 2020, cetak rekor Olimpiade
Baca juga: Praveen/Melati terhenti di perempat final Tokyo 2020

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel