Belanda tolak permintaan Moskow adili tersangka MH17 di Rusia: menteri

Den Haag (Reuters) - Belanda menolak permintaan Moskow untuk mempertimbangkan mengizinkan Rusia menuntut tiga warga negara Rusia yang diidentifikasi sebagai tersangka dalam penerbangan Malaysia Airlines MH17 2014, ungkap menteri kehakiman Belanda, Rabu.

Sidang pengadilan pertama dalam kasus Belanda terhadap tiga tersangka Rusia dan satu Ukraina dijadwalkan pada 9 Maret. Jika kasus tersebut akhirnya disidangkan, keempatnya dapat diadili secara in absentia berdasarkan hukum Belanda.

Belanda memimpin penyelidikan terhadap MH17 yang ditembak jatuh pada 17 Juli 2014, menewaskan semua 298 orang di dalamnya. Dua pertiga penumpang adalah orang Belanda. Pesawat itu terbang di atas wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia di Ukraina timur dalam perjalanan ke Kuala Lumpur dari Amsterdam.

Menteri Kehakiman Belanda Ferd Grapperhaus, dalam sepucuk surat kepada parlemen tentang perkembangan kasus itu, mengatakan Rusia mengajukan permintaan itu Oktober lalu.

"Menteri kehakiman menjawab bahwa pemindahan penuntutan ketiga tersangka Rusia itu bukan pilihan bagi pemerintah Belanda dan tidak akan dipertimbangkan," kata surat itu.

Penyelidik mengatakan rudal yang mengenai maskapai itu berasal dari peluncur yang diangkut dari pangkalan militer Rusia di Kursk, tepat di seberang perbatasan.

Moskow membantah melakukan kesalahan. Rusia tidak mengekstradisi warganya sendiri, sehingga tidak ada tersangka Rusia yang diharapkan muncul di pengadilan Belanda. Namun, sebuah perusahaan hukum Belanda mengatakan bahwa salah satu tersangka Rusia dalam kasus tersebut telah memintanya untuk mewakilinya.

(Laporan oleh Stephanie van den Berg; penyunting oleh Grant McCool)