Belanja Modal USD 8,2 Juta, Harum Energy Siap Kembangkan Properti Pertambangan

·Bacaan 3 menit
Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi kapal nelayam saat hendak bersandar ke Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merde

Liputan6.com, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) bakal alokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar USD 8,2 juta di luar rencana investasi saham.

"Rencana belanja modal 2021 di luar rencana investasi saham yaitu USD 8,2 juta yang antara lain digunakan untuk perkembangan properti pertambangan yaitu kurang lebih 40 persen," kata Direktur Utama Harum Energy, Ray A. Gunara secara virtual, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, anggaran belanja modal 2021 juga akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur sebesar 21 persen, pembelian alat berat 18 persen, pemeliharaan kapal tunda dan tongkang 16 persen.

"Sisanya akan digunakan untuk kendaraan, peralataan dan perlengkapan," ujar Ray.

Hingga 31 Maret 2021, belanja modal yang sudah direalisasikan yakni sebesar USD 1,6 juta. Angka yang digelontorkan digunakan untuk penambahan properti pertambangan di MSJ.

"Sudah direalisasikan sampai 31 maret 2021 sebesar USD 1,6 juta untuk penambahan properti pertambangan di MSJ, pemeliharaan kapal tunda dan tongkang dan pembelian kendaraan," tuturnya.

Tak hanya itu, perusahaan di sektor pertambangan ini juga memiliki target produksi batu bara sebesar 3,5 juta ton dan target strip ratio sepanjang 2021 yakni 10,5X. "Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2020 yakni 2,8 juta," tegas Ray.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 8 Juni 2021, saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) melemah 2,07 persen ke posisi Rp 4.970 per saham. Saham PT Harum Energy Tbk dibuka stagnan di posisi Rp 5.075 per saham.

Saham PT Harum Energy Tbk berada di level tertinggi Rp 5.150 dan terendah Rp 4.950 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.083 kali dengan nilai transaksi Rp 22,4 miliar.

Harum Energy Tambah Kepemilikan Saham di Tambang Nikel

Sebelumnya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menambah kepemilikan saham di Nickel Mines Limited pada 12 Mei 2021.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (18/5/2021), PT Harum Energy Tbk (HRUM) membeli sebanyak 51.256.292 lembar saham dalam Nickel Mines Limited dengan harga jual beli sebesar AUD 45.035.828 atau AUD 45,03 juta. Jumlah ini setara Rp 499,72 miliar dengan asumsi kurs Rupiah 11.091 per dolar Australia.

“Perseroan memiliki 6,737 persen dari seluruh modal ditempatkan dalam Nickel Mines Limited,” dikutip dari keterbukaan informasi BEI yang diteken Direktur Utama PT Harum Energy Tbk,Ray Gunara.

Nickel Mines Limited adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel serta sahamnya terdaftar di Bursa Efek Australia.

Perseroan menyatakan tidak ada dampak kejadian, informasi tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha emiten.

Sebelumnya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) kembali memperkuat ekspansi ke tambang nikel, setelah akuisisi Nickel Mines Limited asal Australia senilai AUD 34,26 juta.

Dilansir dari laman keterbukaan informasi BEI, Harum Energy melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel, akuisisi 51 persen saham PT Position milik Aquila Nickel Pte Ltd. Setara 24.287 saham perusahaan dengan nilai transaksi USD 80,325 juta atau Rp 1,12 triliun (kurs Rp 14.000 per USD).

Adapun PT Position ini merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia dan memiliki Izin Usaha Pertambangan untuk komoditas nikel.

"Tujuan dari transaksi yang dilakukan oleh perseroan adalah mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha di bidang pertambangan,” tulis Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray A Gunara seperti dikutip, Senin, 1 Februari 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel