Belanja Online Meningkat, Paylater Makin Diminati

Merdeka.com - Merdeka.com - Kredivo dan Katadata Insight Center kembali meluncurkan riset tahunannya bertajuk Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia. Di tahun ketiganya ini, riset ini memanfaatkan data primer dengan 16 juta sampel transaksi pembayaran yang berasal dari 1,5 juta sampel pengguna Kredivo di lima e-commerce terbesar di Indonesia selama 2021 dan survey dengan lebih dari 3 ribu responden dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagaimana hasilnya? Hasil riset menunjukkan tren berbelanja online yang semakin menjadi preferensi masyarakat Indonesia, dengan jangkauannya yang semakin inklusif, terutama di daerah dengan populasi lebih rendah.

Dibandingkan 2020, jumlah transaksi dan nilai transaksi e-commerce di kota-kota tier 2 mengalami peningkatan, dengan jumlah transaksinya meningkat dari 31 persen menjadi 34 persen, sedangkan nilai transaksinya meningkat dari 28 persen di 2020 menjadi 30 persen di 2021.

Seiring dengan pertumbuhannya, ternyata metode pembayaran Paylater mengalami pertumbuhan dari sisi penggunaan, dengan 38 persen konsumen yang menggunakan Paylater saat berbelanja di e-commerce dalam satu tahun terakhir.

"Ini meningkat dibandingkan tahun 2021 yaitu sebesar 28 persen," kata Head of Katadata Insight Center, Adek M. Roza.

Masyarakat juga semakin familiar dengan metode pembayaran Paylater guna berbelanja secara online, dengan 90 persen dari responden mengetahui adanya metode pembayaran menggunakan Paylater, dan 65 persen responden menyatakan tidak menemukan kendala tertentu dalam penggunaan Paylater.

Keunggulan Paylater sebagai metode pembayaran secara berkala dan kemudahan akses kredit digital bagi konsumen juga menjadi faktor yang mampu meningkatkan jumlah pengguna Paylater.

Sebanyak 56 persen responden merasakan manfaat fleksibilitas dengan pembayaran cicilan Paylater, dan 55 persen responden menilai kemudahan akses Paylater membantu mereka yang sebelumnya kesulitan mendapatkan kredit.

Selain itu 51 persen responden menilai dari segi keamanan karena Paylater yang terintegrasi dengan e-commerce sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

"Di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia, peran e-commerce dan layanan keuangan digital seperti Paylater mampu mendorong penetrasi layanan digital secara lebih luas. Hal ini tentu menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang saat ini memiliki potensi yang besar. Kedepannya, saya melihat jika tren positif ini terus tumbuh, maka pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia dapat terealisasi lebih cepat yang didukung dengan pemanfaatan ekosistem digital," ungkap Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel