Belanja Pemerintah dan BUMN Masih Besar, Capai Rp 1.400 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengungkapkan total belanja pemerintah dan BUMN masih tinggi, angkanya mencapai Rp 1.400 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah bisa melakukan penghematan dengan melakukan belanja secara terkonsolidasi dan membelinya langsung ke produsen.

"Belanja pemerintah dan BUMN itu mencapai Rp 1.400 triliun," kata Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves, Odo RM Manuhutu dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (29/7).

Dia menjelaskan, dengan asumsi penghematan 25 persen dari jumlah itu, maka ada efisiensi anggaran sekitar Rp 250 triliun. "Bayangkan itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif," ujarnya.

Saat ini uji coba tersebut dilakukan pemerintah pada pembelian laptop administrasi perkantoran dan laptop untuk TIK dan media pendidikan. Hasilnya, pemerinta mampu menghemat anggaran hampir 30 persen atau Rp 1,8 triliun.

Padahal anggaran sebelum dilakukan konsolidasi sebesar Rp 2,92 triliun untuk laptop administrasi perkantoran dan Rp 3,41 triliun untuk laptop TIK dan media pendidikan. "Memang harus (konsolidasi),ini kan relatif kecil (penghematannya) Rp 6 triliun dengan efisiensi 27 persen dan 29 persen," kata dia.

Odo mengatakan, jika pemerintah melakukan mekanisme yang sama untuk belanja pemerintah, maka penghematan anggaran bisa lebih besar. Misalkan, dari anggaran belanja pemerintah dan BUMN Rp 1.400 triliun, lalu dilakukan belanja konsolidasi dan menghasilkan penghematan 25 persen, maka negara akan menghemat banyak anggaran.

"Kalau kita mengatakan Rp 1.000 triliun mendapatkan efisiensi 25 persen atau 29 persen bayangkan, Rp 250 triliun itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lain yang produktif," kata Odo.

Untuk itu, ke depan pemerintah akan melakukan inovasi yang sama untuk pengadaan belanja pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Sehingga belanja negara lebih efisiensi. "Akan dilakukan setiap tahun dan meluas ke beberapa produk lainnya," kata dia mengakhiri.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel