Belarus sebut larangan tampil di Wimbledon akan picu kebencian

·Bacaan 2 menit

Federasi Tenis Belarus (BTF) pada Kamis menilai keputusan penyelenggara Wimbledon untuk melarang petenis Rusia dan Belarus dari turnamen karena alasan invasi Moskow ke Ukraina justru akan memicu kebencian dan intoleransi.

Sebelumnya pada Rabu panitia pelaksana Grand Slam lapangan rumput mengumumkan bahwa petenis dari kedua negara dilarang dari turnamen tahun ini.

"Federasi Tenis Belarus dengan tegas mengutuk keputusan penyelenggara Wimbledon untuk menangguhkan petenis Belarus dan Rusia," kata BTF dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip Reuters, Jumat.

Baca juga: Djokovic kritik larangan petenis Rusia tampil di Wimbledon

Menurut BTF, pelarangan bertanding adalah tindakan yang destruktif dan sama sekali tidak berkontribusi pada penyelesaian konflik, tetapi hanya menghasut kebencian dan intoleransi atas dasar etnis.

Keputusan itu membuat para petenis Belarus, termasuk peringkat keempat dunia Aryna Sabalenka dan juara Grand Slam dua kali Victoria Azarenka tidak akan bisa bertanding di turnamen yang akan berlangsung pada 27 Juni-10 Juli.

"Keputusan yang melanggar hukum dari organisasi tenis internasional mengenai petenis kami hanya dapat merusak reputasi organisasi ini," BTF menyebutkan.

Baca juga: Petenis Rusia Rublev sebut larangan Wimbledon bentuk diskriminasi

Sebagai respon, BTF pun masih berupaya mencari jalan lewat bantuan hukum secara legal untuk mengatasi pelarangan itu.

"Saat ini manajemen BTF masih berkonsultasi dengan firma hukum internasional tentang hukum olahraga dan mengembangkan strategi yang ditujukan untuk melindungi petenis Belarus di seluruh dunia dan tenis di dalam negeri pada umumnya," tulisnya.

Keputusan All England Lawn Tennis Club (AELTC) telah dikritik oleh ATP dan WTA Tours, meskipun dikatakan akan mempertimbangkan dan merespons jika keadaan berubah sejak sekarang hingga bulan Juni.

Menteri Olahraga Inggris Nigel Huddleston, yang bulan lalu mengatakan dia tidak akan nyaman dengan "atlet Rusia yang mengibarkan bendera Rusia" dan memenangkan Wimbledon di London, menyambut baik keputusan AELTC.

Baca juga: Penyelenggara larang petenis Rusia main di Wimbledon
Baca juga: Wimbledon diskusi dengan pemerintah Inggris soal petenis Rusia
Baca juga: Svitolina tak sepenuhnya setuju sanksi atas petenis Rusia dan Belarus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel