Belasan Dokter Spesialis RSUD Mukomuko Mogok Kerja

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Belasan dokter spesialis di RSUD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Senin, 19 April 2021, menggelar aksi mogok kerja karena diduga dana tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk dokter spesialis turun drastis dari Rp30 juta menjadi Rp2,5 hingga Rp4 juta per bulan.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Mukomuko Syafriadi, dalam keterangannya, membenarkan adanya aksi mogok kerja belasan orang dokter spesialis yang bertugas di RSUD setempat.

Kendati demikian, ia mengatakan, pelayanan yang bersifat emergensi, instalasi gawat darurat (IGD), pelayanan pasien misal perlu sesar melahirkan segera dokter spesialis masih memberikan pelayanan.

Ia mengungkapkan, poli spesialis khusus memang tutup. Banyak pasien dari jauh datang, bahkan ada pasien dari Kecamatan Air Rami mau tidak mau dibantu lewat IGD karena dia menderita penyakit hernia. “Setelah dilaporkan kepada dokter bedah, siang ini penanganan langsung operasi,” ujarnya.

Sedangkan pasien lain yang yang tidak terlalu gawa dialihkan ke IGD dan poli dokter umum.

Warga Kecamatan Selagan Raya yang ingin berobat di RSUD setempat merasa kecewa atas kejadian dokter spesialis mogok kerja karena mereka tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami sudah jauh-jauh ingin berobat tapi sampai di RSUD poli tutup. Sebagai masyarakat kami ingin menanyakan tentang kejelasannya, karena ini fasilitas daerah, jadi kami berhak minta kejelasan,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, dia kecewa terhadap manajemen RSUD yang tidak menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu tentang dokter spesialis yang mogok kerja.

“Kami mau berobat tetapi semu poli tutup, kini kami mau berobat ke mana lagi, padahal kami sudah datang jauh tetapi tidak bisa berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya. (ant)