Belasan Mobil yang Diborong Warga Tuban Rusak, Ini Sebabnya

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belasan mobil yang diborong oleh warga Desa Sumurgeneng, Tuban, Jawa Timur dikabarkan rusak. Mereka diketahui membeli mobil itu setelah mendapat ganti rugi lahan dari Pertamina terkait pembangunan kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban.

Setidaknya, ada sekitar 15 mobil yang mengalami kecelakaan ringan. Mobil itu menabrak pagar atau pembatas jalan. Usut punya usut, pemilik mobil itu ternyata masih belajar menyetir kendaraan barunya tersebut. Selain itu, jalanan di sana memang sempit.

Hal itu diungkapkan Kepala Cabang Auto 2000 Tuban, Ari Soerjono. Dia menjelaskan bahwa 15 unit mobil yang diperbaiki di tempatnya memang merupakan mobil yang diborong warga Sumurgeneng belum lama ini.

"Ini sebenarnya adalah jenis kecelakaan ringan, yang disebabkan oleh mungkin masih belajar ya," kata Ari dilansir dalam tayangan tvOne, Kamis 25 Februari 2021.

Baca juga: Besaran Ganti Rugi Lahan Warga Desa di Tuban yang Borong Mobil Baru

Ari menjelaskan, jika dilihat dari kondisi jalan setempat memang sempit sekali. Apabila para pengemudi mobil tidak cukup mahir dalam mengendarai mobilnya, maka berpotensi untuk mengalami lecet dan rusak ringan.

"Kalau tidak mahir memang ada potensi yang cukup besar untuk baret atau serempetan," katanya.

Ari juga menjelaskan bahwa jenis mobil yang masuk untuk diperbaiki di auto 2000 tempatnya, yang merupakan milik para warga Sumur Geneng tersebut, umumnya adalah mobil merek Innova.

Jenis kerusakan, diakui Ari sekitar 70 persennya adalah kerusakan di bagian body depan dan samping mobil. Hal itu diduga karena pengemudi belum mahir mengendarai mobil itu melewati jalan yang sempit, sehingga kendaraan tersebut menyerempet pagar atau pembatas jalan.

"Mungkin karena ada trotoar atau pembatas jalan saat mereka mau berbelok dan kurang mengambil haluan, sehingga menyebabkan body mobil lecet dan baret," ujar Ari.

Ari juga menjelaskan bahwa beberapa mobil mengalami kerusakan di bagian belakang saat mundur, panik menginjak rem dan benturan di pilar. Beruntungnya, kecelakaan terjadi di lingkungan rumah, bukan di jalan raya.

"Jadi kecelakaannya memang ada di lingkungan area rumah sekitar dan bukan di jalan raya," ujarnya.