Belasan Orang Terpapar Covid-19 saat di Debarkasi, Jemaah Haji Diminta Tetap Tenang

Merdeka.com - Merdeka.com - Belasan jemaah yang tiba di debarkasi Surabaya dinyatakan positif Covid-19. Temuan itu setelah petugas melakukan setempat melakukan skrining acak sesuai aturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin mengimbau jemaah yang masih berada di Makkah tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Namun demikian, jemaah haji diminta memperhatikan kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan terlebih ketika beraktivitas di luar tempat ramai.

"Seluruh jemaah Indonesia agar tetap tenang dan tidak khawatir terhadap perkembangan informasi terkait adanya jemaah yang terpapar Covid-19 dan adanya keharusan mengikuti antigen setibanya di Indonesia," kata Akhmad Fauzin di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Rabu (20/7).

Keluarga di Tanah Air juga diminta tetap tenang. Dia berharap keluarga di Tanah Air turut mendoakan kesehatan jemaah yang masih berada di Tanag Suci atau yang akan pulang ke Tanah Air.

"Keluarga juga tidak perlu khawatir terhadap kondisi jemaah yang sedang berhaji, baik yang masih di tanah suci maupun yang dalam perjalanan pulang ke Indonesia," sambungnya.

Fauzin sekali lagi mengingatkan, agar jemaah tetap disiplin mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Imbauan ini berlaku untuk jemaah yang berada di Makkah, yang akan pulang ke Tanah Air dan yang akan menuju ke Madinah.

"Tetap terapkan proktokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya paparan Covid-19," tegas Fauzin.

"Menjaga prokes, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan yang terlalu dekat. Itu bagian dari ikhtiar kita supaya tidak terkena Covid-19," ulangnya.

Fauzin juga mengingatkan jemaah untuk mengurangi aktivitas yang menyebabkan kelelahan. Karena fisik yang lelah memudahkan penyakit singgah

"Sebab, jika kelelahan, stamina menurun," jelas Fauzin. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel