Belasan Rumah Sakit di Surabaya Tutup IGD, Ini Daftarnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sedikitnya 14 rumah sakit di Kota Surabaya, Jawa Timur, menutup sementara pelayanan Instalasi Gawat Darurat di masing-masing rumah sakit karena penuhnya bangsal atau bed oleh pasien COVID-19. Sejumlah tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 juga jadi alasan penutupan layanan IGD di belasan rumah sakit itu.

Belasan RS yang menutup sementara layanan IGD di antaranya Rumah Sakit Islam (RSI) RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, RS Royal, RS Wiyung Sejahtera, RS PHC, RS Adi Husada Undaan Wetan, RS Adi Husada Kapasari, RS Premier, National Hospital, RS Al-Irsyad, RS Gotong Royong, RS RKZ, dan RS William Booth.

"Betul, RS-RS itu menutup sementara [IGD-nya]. Perlu digaris bawahi menutup sementara, artinya, kami sistemnya buka tutup secara dinamis," kata Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur Dodo Anondo dikonfirmasi wartawan pada Senin, 5 Juli 2021.

Ia menjelaskan, belasan rumah sakit itu mengalami kelebihan kapasitas karena pasien COVID-19 terus berdatangan, sehingga fasilitas IGD tak mampu menampung lagi. Di sisi lain, tenaga kesehatan di rumah sakit-rumah sakit tersebut berkurang karena sebagian juga terpapar COVID-19.

"Kita tahu bahwa sekarang ini banyak nakes yang terpapar, juga harus masuk rumah sakit, diopname, kemudian juga ada yang belum sembuh, ada juga cukup banyak yang meninggal," ujar Dodo.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh sejumlah rumah sakit di Surabaya ialah membuka sistem buka-tutup sementara ruang IGDnya, agar pelayanan tetap berjalan. Dodo menyebut cara itu dengan skema bertahan. “Betul-betul bertahan supaya tidak kolaps,” katanya.

Agar tidak kolaps, Dodo juga berpesan kepada pasien dan keluarganya agar bersedia mengomunikasikan kondisi mereka dengan petugas Satgas COVID-19 dan Pusat Kesehatan Masyarakat di tempat tinggal masing-masing. Masyarakat juga diminta betul-betul mengikuti PPKM Darurat agar RS-RS tidak penuh.

"Masyarakat lapor ke puskesmas, nggak usah malu, nggak usah takut, biar dimonitor oleh puskesmas yang di sekitar rumah si pasien yang isoman, biar bisa terkontrol, kalau ada kesulitan," kata Dodo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel