Belasan Rumah Warga Jeneponto Digusur Tuan Tanah karena Beda Pilihan saat Pilkades

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jeneponto - Belasan rumah di Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terpaksa dibongkar usai kandidat sang pemilik lahan, Aldin Daeng Gassing, kalah dalam pemilihan kepala desa di daerah tersebut. Alading Daeng Gassing diketahui menjagokan Andi Mustamu Arafah yang kalah tipis dari pesaingnya saat Pilkades serentak Jeneponto beberpa waktu lalu.

Kapolres Jeneponto, AKBP Yudha Kesit Dwijayanto membenarkan ihwal kejadian tersebut. Menurut dia jauh sebelum pemilihan dilaksanakan serentak di Kabupaten Jeneponto, sejumlah warga telah membuat perjanjian untuk bersedia membongkar rumahnya jika suatu saat sang pemilik lahan ingin menggunakan lahannya.

"Jadi memang sejak awal sudah perjanjian antara pemilik lahan dengan warga yang numpang membangun rumah di atas lahan tersebut," kata Yudha kepada Liputan6.com, Rabu (17/11/2021).

Yudha menyebutkan bahwa usai Andi Mustamu dipastikan kalah dalam Pilkades Punagayya, pemilik lahan pun langsung mendatangi warga yang menumpang membangun rumah di atas lahan miliknya. Dia meminta warga tersebut untuk angkat kaki dari lahannya.

"Pemilik lahan meminta mereka segera pindah. Warga pun secara suka rela membongkar rumah mereka masing-masing," ucapnya.

Hingga hari ini, sedikitnya sudah 12 kepala keluarga yang membongkar rumah mereka di atas lahan milik Aldin Daeng Gassing itu. Merekapun kini pindah ke lahan milik salah seorang anggota DPRD Sulsel, Mulyadi Mustamu.

"Sejak kemarin pembongkaran mulai, data semalam itu sekitar 8 sampai 9 rumah sudah di bongkar. Informasi yang kami terima ada sekitar 40 rumah yang berdiri di atas lahan tersebut. Tapi informasi ini akan kami cek lagi," jelas Yudha.

Kalah Tipis

Suasana Pilkades Jenepoto (Liputan6.com)
Suasana Pilkades Jenepoto (Liputan6.com)

Berdasarkan data yang diterima Liputan6.com, pemilihan kepala desa di Kabupaten Jeneponto berlangsung Senin, 15 November 2021. Pemilihan kepala desa serentak itu diikuti oleh 41 desa di 9 kecamatan berbeda di Kabupaten Jeneponto.

Di Desa Punagayya sendiri ada 5 calon kepala desa yang ikut bertarung memperebutkan suara terbanyak. Mereka adalah Andi Pangerang, Andi Mustamu Arfah, Sumarni, Derniati dan Ahmad Yani.

Andi Pengerang keluar sebagai pemenang setelah berhasil memperoleh 1.114 suara, sementara di urutan kedua, ada Andi Mustamu Arfah yang berhasil memperoleh 1.075 suara. Lalu di urutan ketiga ada Ahmad yani yang berhasil memperoleh 306 suara, disusul Sumarni yang memperoleh 110 suara dan di posisi paling bontot di duduki oleh Derniati yang hanya memperoleh 56 suara.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel