Belasan Tewas akibat Kapal Tongkang Dihantam Topan di India

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 14 orang tewas ketika kapal tongkang tenggelam di lepas pantai barat India, setelah topan kuat menghantam negara itu.

"Kami dapat memastikan bahwa 14 mayat telah ditemukan dari operasi penyelamatan kapal tongkang P305 yang tenggelam di lepas pantai Mumbai," kata Mehul Karnik, kepala petugas hubungan masyarakat Komando Angkatan Laut Barat kepada Reuters, Rabu 19 Mei 2021.

Kapal dan pesawat angkatan laut India telah menjelajahi perairan ibu kota keuangan negara itu sejak Senin 17 Mei 2021 ketika P305 dan beberapa kapal lainnya terapung-apung akibat topan tersebut.

Memicu gelombang setinggi 25 kaki di laut lepas, topan Tauktae menghantam negara bagian barat Maharashtra, di mana Mumbai adalah ibu kotanya, dan Gujarat selama dua hari terakhir. Bencana itu menewaskan sedikitnya 61 orang dan meninggalkan jejak kehancuran, menurut keterangan otoritas setempat.

Badai itu menghantam ladang minyak Bombay High dekat Mumbai, tempat fasilitas pengeboran minyak lepas pantai terbesar India berada, dan menenggelamkan tongkang P305 yang memiliki 261 personel di dalamnya.

Angkatan laut menyatakan lebih dari 180 orang telah diselamatkan dari tongkang, yang melakukan pekerjaan kontrak di bawah perusahaan eksplorasi terkemuka India, Oil and Natural Gas Corp, .

Tiga kapal dan pesawat terus mencari personel yang tersisa, kata Angkatan Laut India.

Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan untuk melakukan survei udara di daerah yang dilanda badai di negara bagian asalnya Gujarat pada Rabu, kata pemerintah negara bagian.

Topan Tauktae menghantam Gujarat pada Senin malam dengan kecepatan hingga 210 kilometer per jam.

Bencana alam itu telah menambah tekanan pada otoritas India ketika mereka bergulat dengan lonjakan besar infeksi dan kematian COVID-19, serta kekurangan tempat tidur dan oksigen di rumah-rumah sakit.

Di Gujarat, termasuk negara bagian yang paling terpukul oleh gelombang kedua virus, topan telah menghancurkan tiang listrik, merusak sekitar 16.500 rumah, dan menutup lebih dari 600 jalan, kata pihak berwenang. (Antara/Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel