Belasungkawa Jokowi bagi Korban Gempa Sulbar dan Longsor Sumedang

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya para korban akibat bencana alam gempa bumi di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021.

“Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas korban yang meninggal dunia,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021.

Gempa bumi yang melanda Provinsi Sulawesi Barat tersebut berkekuatan magnitudo 6,2 dan terjadi sekitar pukul 01.28 WIB. Presiden pun langsung memerintahkan sejumlah jajarannya untuk bertindak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat. Termasuk, kata dia, memantau langsung lokasi bencana.

“Tadi pagi saya juga bertelepon kepada Gubernur Sulawesi Barat dan saya juga telah memerintahkan kepada Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) kepada Menteri Sosial, kepada Kepala Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) dan Panglima TNI dan Kapolri beserta jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban serta melakukan perawatan kepada korban yang luka-luka,” kata Kepala Negara lagi.

Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh petugas di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Untuk penanganan longsor di Kabupaten Sumedang, Presiden telah menginstruksika juga Kepala BNPB, Menteri Sosial, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera melakukan relokasi warga terdampak bencana.

“Terakhir, saya mengimbau agar kita semuanya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem baik berupa hujan lebat dan yang lainnya dan selalu memperhatikan peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” tuturnya.

Baca juga: Kantor Gubernur Sulbar Ambruk karena Gempa Magnitudo 6,2