Beli ANTV, MNC Belanja Rp 4,9 Triliun

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

PLASADANA.COM - MNC Group menunjukkan ambisinya untuk menguasai bisnis media, terutama televisi, di Indonesia. Setelah menguasai tiga stasiun televisi terestrial dan jaringan televisi kabel Indovision, perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo itu kini menguasai ANTV yang dimiliki grup Bakrie.

Reuters mengabarkan, MNC mengeluarkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk membeli saham PT Cakrawala Andalas Televisi yang mengelola ANTV. Namun belum diketahui proporsi saham yang diambil alih MNC. "Transaksinya telah disetujui, namun perinciannya tengah dibahas," kata salah satu sumber.

Sumber tersebut mengatakan sebelumnya Bakrie berkeinginan untuk melepas PT Visi Media Asia atau Viva. Viva adalah anak usaha yang mengelola seluruh bisnis media Bakrie. Perusahaan ini membawahkan ANTV, TV One, serta situs berita Viva News. Namun Bakrie kabarnya masih ingin menguasai TV One, stasiun televisi khusus berita, lantaran kepentingan politik.

"TV One penting untuk mendukung upaya pencalonan Aburizal Bakrie sebagai presiden pada 2014," ujarnya.

Sedangkan sumber lainnya mengatakan penjualan ANTV akan digunakan Bakrie untuk merebut kembali aset dari mantan sekutu yang kini menjadi seterunya, Nathaniel Rothschild. Setelah bercerai dengan Rothschild dan Bumi Plc, Bakrie bermaksud merebut kembali sebagian saham PT Bumi Resources Tbk.

Saat dikonfirmasi, Group Director MNC  David Fernando Audy membenarkan adanya transaksi dengan Visi Media untuk pembelian ANTV. Kemungkinan seluruh proses akuisisi ini selesai pada akhir Juni 2013. Namun David enggan mengungkapkan transaksi tersebut secara mendetil.

Selain MNC, pemilik CT Corp, Chairul Tanjung, dikabarkan menawar seluruh media milik Bakrie yang dikelola Visi Media Asia. Chairul Tanjung kemungkinan membayar seluruh saham Bakrie secara tunai. Namun belum jelas nilai tawaran yang diajukan CT, sapaan akrab Chairul Tanjung.

Kepada Reuters, CT mengatakan ingin membeli unit perusahaan Bakrie tanpa seorang mitra pun. "Kantong saya masih tebal," ujarnya usai mengadakan pertemuan dengan Presiden RI di Bali.

Meskipun menjanjikan akan membayar secara tunai seluruh harga sahamnya, perjanjian jual beli antara CT Corp dan Bakrie Group belum selesai. Kata Chairul, pembelian Viva Media akan memperkuat posisinya sebagai pengusahan media terbesar di Asia Tenggara. Karenanya, ia berani melakukan pembelian sendiri.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

   

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...