Beli Lampu Aladdin, Seorang Dokter Kena Tipu Rp600 Juta

Daurina Lestari, BBC Indonesia
·Bacaan 1 menit
gambar lampu
Sebuah lampu klasik disita polisi India sebagai barang bukti.

Aparat India menahan dua pria di Negara Bagian Uttar Pradesh atas tuduhan menipu seorang dokter untuk membeli "lampu Aladdin" yang diklaim akan membawa kesehatan dan kesejahteraan.

Sebagai bagian dari modus operandi, mereka bahkan berpura-pura memunculkan jin dari lampu, mirip cerita "1.001 Malam", sebagaimana dilaporkan media di India.

Para tersangka dilaporkan meminta lebih dari US$200.000 atau Rp2,9 miliar untuk lampu ajaib tersebut, tapi sepakat menerima uang muka sebesar US$41.600 atau Rp600 juta.

Tersangka ketiga, seorang perempuan, masih buron.

Korbannya adalah seorang dokter yang sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian di Meerut, bagian barat Uttar Pradesh, awal pekan ini.

Dalam laporan itu, seperti dikutip NDTV, korban mengatakan bertemu dengan para tersangka saat ia mulai merawat seorang perempuan tua yang dipahami sebagai ibu mereka, selama sebulan.

"Pelan-pelan mereka mulai mengatakan pada saya tentang sosok baba (titisan dewa) yang mereka klaim juga mengunjungi rumah mereka. Mereka mulai mencuci otak saya dan meminta saya untuk bertemu dengan sang baba," katanya. Dia kemudian menemui sang baba "yang tampaknya melakukan semacam ritual-ritual"

Dia juga mengatakan bahwa "dalam satu kunjungan `Aladdin` benar-benar muncul di depan saya" dan kemudian ia menyadari, ternyata Aladdin adalah satu di antara dua tersangka yang berdandan ala tokoh dongeng tersebut.

Laporan-laporan lainnya di media Inda, tersangka juga berpura-pura untuk menjadi jin untuk meyakinkan korban tentang keaslian `lampu Aladdin`.

Para tersangka kemudian menawarkannya lampu tersebut, dan menjanjikan barang itu "akan membawa kesejahteraan, kesehatan dan keberuntungan".

Pejabat polisi senior di Meerut, Amit Rai mengatakan kepada NDTV bahwa tersangka juga pernah melakukan penipuan yang pada orang lain dengan cara yang sama. "Dua sudah ditangkap. Seorang perempuan masih buron," katanya.