Beli LPG 3 Kg Gunakan KTP, Ibu Rumah Tangga: Saya Takut Data Disalahgunakan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah tengah mengatur dan melakukan uji coba pembatasan pembelian gas LPG 3 Kg dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Diharapkan dengan adanya pembatasan tersebut, pendistribusian LPG 3 Kg dapat tepat sasaran.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyampaikan bahwa ada 3 jenis konsumen yang diperbolehkan untuk menggunakan LPG 3 kg. Di antaranya, rumah tangga, usaha mikro, petani dan nelayan sasaran yang telah menerima pembagian paket konversi dari pemerintah.

Seorang ibu rumah tangga, Maya (55) mengatakan bahwa dirinya merasa keberatan jika membeli gas LPG 3 Kg harus menggunakan KTP. Dia sangat khawatir data di KTP-nya akan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Berat, repot kalau beli gas LGP 3 Kg pakai KTP," ujar Maya kepada Merdeka.com, Kamis (19/1).

Lanjutnya, penetapan yang akan dilakukan ini akan menyusahkan para ibu rumah tangga karena harus membeli gas LPG 3 Kg di penyalur atau pangkalan resmi yang jauh dari tempat tinggal.

"Kalau pangkalan resminya jauh, saya bingung belinya bagaimana. Sedangkan warung-warung kecil sudah tidak jual gas eceran lagi. Akan makan waktu jika tiba-tiba gas habis," kata dia.

Data Dicocokkan dengan Database

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dwi (28). Dia mengatakan pembelian menggunakan KTP malah menyusahkan bagi seorang ibu rumah tangga. "Jangan lah, ribet, susah jadinya. Kalau mau tepat sasaran pangkalan resminya jangan terlalu jauh dari tempat tinggal saya," kata Dwi kepada Merdeka.com, Kamis (19/1).

Masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melalui laman subsidi tepat guna. Kemudian masyarakat harus sudah terdaftar dalam database Penasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

"Nantinya KTP yang dibawa pembeli gas LPG 3 Kg akan langsung dicocokkan dengan database P3KE. Jika datanya cocok, maka bisa langsung beli gas 3 kg tersebut," Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, beberapa waktu lalu.

"Namun bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam database P3KE atau namanya tidak cocok dengan data di P3KE, maka petugas akan lakukan pembaruan data. Setelah itu, baru bisa beli gas LPG 3 Kg menggunakan KTP," lanjutnya.

NIK Dipastikan Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan NIK warga Batam yang membeli gas LPG 3 Kg menggunakan KTP aman dan tidak disalahgunakan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan, NIK yang tertera dalam KTP tersebut sebagai data penyaluran agar tabung gas LPG tidak disalurkan lebih dari satu tabung.

"Keamanan data kami pastikan aman. Data itu hanya untuk data pembelian gas LPG 3 Kg Pertamina. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang membeli gas lebih dari satu tabung untuk satu KTP," kata Satria. [idr]