Beli Mobil Ambulance Baru, Harganya Mulai dari Rp219 Jutaan

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVAAmbulance menjadi salah satu jenis kendaraan yang laris manis di masa pandemi COVID-19 ini. Tak heran, jika produsen otomotif mulai menawarkan produknya untuk disulap untuk menjadi mobil tersebut.

Salah satu merek yang menawarkan mobil untuk mengangkut orang sakit, adalah Dongfeng Sokon alias DFSK. Pabrikan otomotif asal Tiongkok itu, menyiapkan kendaraan niaga terbaru bernama Gelora untuk dipakai sebagai ambulance.

Deputy Marketing Director PT Sokonindo Autombile, Major Qin mengatakan, mobil baru DFSK Gelora bisa menjadi ambulance lantaran memiliki kabin luas, serta performa dan kenyamanan yang baik untuk berkendara dalam kondisi darurat.

“DFSK Gelora sangat mudah untuk dijadikan mobil ambulans, dan siap untuk menjadi solusi kebutuhan konsumen kami akan kendaraan tersebut dengan berbagai spesifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya seperti dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resminya, Senin 9 November 2020.

Produk baru DFSK yang bisa dipakai untuk jadi mobil ambulans, yakni Gelora Blind Van. Kendaraan niaga itu dibekali mesin DK 1.500cc, yang menghasilkan tenaga 109hp dan torsi maksimum 140Newtonmeter. Transmisi manual 5-percepatan, dipakai untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.

Panjang bodi mobil DFSK Gelora diketahui 4.500milimeter, sedangkan lebarnya 1.680mm dan tingginya 2.000mm. Pada model blind van, luas kabinnya mencapai 4,8 meter kubik yang tentunya pas dipakai untuk menaruh Landasan Stretcher, Lampu Operasi, Tabung Oksigen, Kotak P3K, Gantungan Infus, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Untuk mobil ambulans DFSK Gelora Ambulans Deluxe dijual Rp244,9 juta; lalu tipe Standard Rp233,9 juta; Standar 1 Rp227,85 juta; Economy Rp225,1 juta; dan untuk membawa jenazah Rp219,6 juta. Untuk membuatnya, pabrikan asal Tiongkok menggandeng karoseri Ambulans Pintar Indonesia (API).

Selain produk Gelora, konsumen bisa memilih dua produk DFSK lainnya, yakni Glory 580 dan SuperCab untuk dijadikan mobil ambulans. Untuk membuatnya, juga memanfaatkan hasil karya dari karoseri API.

Baca juga: Beli Mobil Listrik di Indonesia, Baterainya Tahan Berapa Lama?