Beli Mobil Toyota Saat PSBB Transisi Gak Perlu Inden, Kecuali yang Ini

Pius Yosep Mali

VIVA – Aktivitas masyarakat bisa kembali dilakukan, pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi. Dengan cara ini, harapannya kegiatan ekonomi warga bisa kembali berputar, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Menyambut fase new normal yang dicanangkan pemerintah, merek-merek otomotif mulai melakukan kembali aktivitasnya, mulai dari memproduksi, melakukan penjualan, dan pengiriman kepada konsumennya di berbagai daerah di Tanah Air.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi mengatakan, pihaknya memastikan ke seluruh pelanggan bisa mendapat produk kendaraan dalam kondisi yang aman, dan kualitasnya tidak menurun.

"Seluruh kegiatan di cabang aftersales kami sudah beroperasi, menerapkan protokol yang aman, penyemprotan desinfektan. Kemudian, kami juga memaksimalkan layanan digital, baik booking bengkel maupun pembelian mobil baru," ujarnya saat konfrensi video, Senin 15 Juni 2020.

Baca juga: Terlalu 'Santuy' di Jalanan, Pengendara Skutik Ini Didenda Rp8,9 Juta

Terkait stok unit yang tersedia di diler-diler, kata Anton, saat ini masih dalam kondisi yang aman. Hal ini lantaran aktivitas pabrik sudah kembali berjalan, untuk melakukan produksi kendaraan-kendaraan baru Toyota.

"Produksi memang secara pabrikan khususnya TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia), sudah mulai beroperasi di awal Juni. Tetapi, terus terang masih lebih banyak untuk fokus ke ekspor. Untuk suplai (lokal), di bulan ini belum begitu banyak (wholesales), karena stok masih mencukupi dari jumlah secara total prediksi penjualan," tuturnya.

Meski demikian, kata Anton, untuk kendaraan yang berstatus impor utuh (Completely Built Up/CBU) memang ada yang memerlukan inden, ketika konsumen berencana melakukan pembelian di masa PSBB transisi seperti saat ini.

"Dilihat model by model gak semua ready stock, contohnya Alphard. Sebenarnya cukup, tapi demandnya banyak. Jadi, tipe dan warna tertentu, harus inden. Model yang lain ready stock," paparnya.