Belum Bayar THR, Rumah Sakit di Tasikmalaya Didatangi Wagub Jabar

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mendatangi salah satu rumah sakit di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis (28/4). Dia datang setelah menerima laporan rumah sakit itu belum membayarkan hak tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.

Uu mengatakan bahwa kedatangannya adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi hak para pekerja di Jawa Barat. Ia pun mengapresiasi karyawan yang berani melaporkan potensi pelanggaran hak tersebut, sehingga pihaknya bisa langsung melakukan tindak lanjut.

"Kalau tidak ada informasi dan laporan dari pihak karyawan dan buruh, kami tidak akan tahu," kata Uu.

Ancam Beri Sanksi

Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang terlambat membayar THR tanpa keterangan harus siap diberi sanksi, mulai denda 5 persen dari total THR sampai pencabutan izin usaha. "Itu hierarki yang ada dalam aturan tersebut," jelasnya.

Uu mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menindaklanjuti seluruh laporan para pekerja terkait THR sebelum H-7 Lebaran. THR seharusnya dibayarkan tepat waktu karena merupakan salah satu upaya mengurai kepadatan arus mudik.

"Kalau THR dibayar lebih awal, maka karyawan akan pulang lebih awal juga," ungkapnya.

Imbau Karyawan Laporkan Perusahaan

Dia berharap agar seluruh perusahaan di Jawa Barat segera melaksanakan arahan pemerintah dan tidak lalai dalam membayarkan hak kepada karyawannya berupa THR.

"Seandainya masih ada perusahaan-perusahaan yang belum membayar THR kepada karyawannya, segera laporkan. Pengaduan di kabupaten/kota ada, mau langsung juga bisa kepada pemerintah pusat. Insyaallah laporannya akan kami tindak lanjuti," tegasnya.

Terkait rumah sakit yang belum membayar THR kepada para karyawannya, Uu mengatakan, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan manajemen dan para karyawan. Mereka sepakat pembayaran THR dilakukan dalam dua tahap. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel