Belum Dapat Izin BPOM, Beberapa Menteri dan Tentara Filipina Tetap Suntik Vaksin COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Manila - Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengatakan, beberapa tentara dan menteri kabinet Filipina telah menerima suntikan vaksin COVID-19 pada Senin, 28 Desember 2020.

Dilansir dari laman Channel News Asia pada Sabtu, 2 Januari 2021, hal tersebut dibenarkan Kepala Staf Angkatan Darat Militer Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.

Dia mengatakan bahwa beberapa pasukan telah menerima suntikan vaksin COVID-19 meskipun jumlahnya tidak banyak. Namun, Sobejana tidak memberitahu vaksin merek apa yang diberikan.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Filipina belum menerbitkan izin untuk segala jenis vaksin COVID-19. Sehingga impor, distribusi, penjualan, dan penggunaan vaksin Corona termasuk perbuatan ilegal di Filipina.

Kepala BPOM Filipina, Rolando Enrique Domingo, memeringatkan, vaksin COVID-19 yang belum diberi izin bisa saja berbahaya jika digunakan, dan mungkin akan memberikan efek samping.

Vaksin COVID-19 di Filipina

Sejauh ini, hanya Pfizer yang telah mengajukan permohonan persetujuan penggunaan darurat vaksin COVID-19 di Filipina, sementara vaksin lainnya seperti Sinovac, Gamaleya, Johnson & Johnson, dan Clover masih dalam uji coba tahap akhir, dan belum disetujui.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Filipina menyebut bahwa semua vaksin COVID-19 harus terlebih dahulu dievaluasi oleh para ahli, dan hanya vaksin yang telah disetujui dan dipastikan aman yang harus diberikan.

Namun, Wakil Menteri Kesehatan, Maria Rosario Vergeire mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan tentang vaksinasi yang dilakukan oleh para tentara.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menurut juru bicaranya, Harry Roque, belum divaksinasi. Namun, Harry menyebut Duterte tidak memermasalahkan tentara yang telah lebih dulu divaksinasi, dirinya mengatakan itu merupakan bagian untuk melindungi diri.

Penulis : Rizki Febrianto

Simak Video Berikut Ini