Belum Punya Pekerjaan Bukan Berarti Tidak Bisa Memberi Manfaat pada Sekitar

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: H

Mencari pekerjaan di zaman seperti sekarang ini tidaklah mudah. Harus memiliki keterampilan yang baik, pengalaman yang bagus, juga pendidikan yang tinggi. Aku yang hanya lulusan SMA hanya bisa berpasrah bahwa mungkin aku tidak bisa memiliki pekerjaan sebaik mereka.

Ditambah lagi aku harus kuat mendengar cibiran para tetangga yang tidak henti-hentinya membandingkanku dengan anaknya yang berhasil melanjutkan pendidikannya ke universitas negeri. Apalah aku yang hanya seorang anak buruh tani yang hanya mengandalkan hasil kebun untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan aku tidak ingin ada niat untuk melanjutkan pendidikan, tapi aku takut jika keinginanku hanya akan membuat beban bagi kedua orangtuaku semakin berat. Bukan pula aku tidak ada usaha untuk mencari pekerjaan, tapi usahaku sudah tidak kurang-kurang untuk mencari berbagai pekerjaan.

Mungkin sekarang nasibku harus berdiam diri dulu di rumah sembari mendengar nasihat dan kritik pedas dari para tetangga. Tidak apa aku menjadi pengangguran untuk saat ini, karena mau sehebat apa pun aku berusaha tetap saja aku dianggap tidak melakukan apa-apa dan hanya menjadi beban keluarga di mata orang lain. Tapi aku bukanlah pemalas, apa pun yang menghasilkan uang pasti aku kerjakan. Aku sama sekali tidak punya gengsi dalam hal mencari rezeki.

Suatu hari, tetanggaku mengeluhkan anaknya yang kesulitan saat mengerjakan tugas dari sekolah. Tugasnya dianggap susah, ditambah latar belakang pendidikan kedua orangtuanya yang minim membuat mereka menyerah untuk mengatasi persoalan anaknya. Mereka mengadu kepadaku dan menyuruhku untuk membantunya.

Dengan senang hati aku membantunya karena mungkin ini saatnya aku membagikan ilmuku kepada semua orang. Besoknya lagi datang tetanggaku juga dengan masalah yang sama, mereka mengeluhkan anaknya yang belum bisa membaca.

Mengajar Anak-Anak Sekitar

Ilustrasi./Copyright pexels.com/pixabay
Ilustrasi./Copyright pexels.com/pixabay

Dari situlah lama kelamaan, ada banyak sekali para orangtua yang menitipkan anaknya untuk belajar denganku. Aku sama sekali tidak mengharap imbalan apa pun dari mereka, niatku tulus ingin membagikan ilmuku agar bisa bermanfaat untuk semua orang. Namun kadang kala, beberapa orangtua memberiku upah sebagai tanda terima kasihnya. Ada yang memberiku uang, bahan pokok dan sayur mayur dari hasil panen mereka. Aku sangat bersyukur, sekecil apa pun pemberian mereka aku sudah merasa sangat dihargai.

Semakin hari, rumahku banyak dikunjungi oleh anak-anak untuk belajar. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini sekolah diliburkan dan para anak-anak terpaksa harus belajar mandiri di rumah. Setiap hari aku harus mengajar 30 sampai 45 anak. Mulai dari kelas taman kanak-kanak sampai sekolah dasar.

Tentu saja kesabaranku harus banyak karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang penurut ada pula yang semaunya sendiri. Namun aku sangat mencintai mereka, karena mereka adalah alasanku untuk sibuk saat ini. Aku juga tidak menyangka bahwa rumah belajarku meski tak kuberi nama akan menjadi meluas seperti sekarang ini. Banyak anak yang dari luar kampung ingin kenal denganku karena mau ikut belajar.

Aku yang waktu itu dianggap payah karena tidak bisa melakukan apa-apa, sekarang banyak yang menghormatiku karena jasaku. Sungguh rencana Tuhan memang yang paling indah dari rencana siapa pun. Walau begitu aku tetap harus rendah hati dan tidak boleh menyombongkan kemampuanku yang tak seberapa ini. Terima kasih Tuhan sudah memberitahuku apa itu arti sabar dan terima kasih untuk diriku yang tidak pernah bosan untuk bersabar selama ini.

#ChangeMaker