Belum Semua Pegawai Kementerian Keuangan Keja dari Kantor

Liputan6.com, Jakarta Pada masa transisi PSBB di DKI Jakarta, kegiatan perkantoran termasuk Kementerian dan Lembaga (K/L) diperbolehkan untuk dibuka, atau Work From Office (WFO) mulai 8 Juni lalu.

Namun demikian, guna menghindari kerumunan di sarana prasarana transportasi dan ruang publik lainnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) kembali menerbitkan SE 8/2020 yang mengatur sistem kerja ASN agar dijalankan secara shift.

Terkait aturan tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari mengungkapkan bahwa pegawai di lingkup Kemenkeu masih menerapkan ketentuan awal dengan maksimal 15 persen pegawai yang berada di kantor, dan belum memberlakukan sistem shifting.

"Di Kemenkeu mengatur pegawai yang WFO dan/atau WFH dengan ketentuan penerapan awal maksimal 15 persen. Selanjutnya dilakukan evaluasi di akhir bulan sesuai ketentuan SE no. 22/2020," ujar Puspa kepada Liputan6.com, Senin (15/6/2020).

Saat ini, lanjut Puspa, ketentuan SE Gugus Tugas No. 8/2020 tengah dikaji kembali penerapannya di lingkungan Kemenkeu, dan disesuaikan dengan perkembangan untuk melindungi pegawai dan sekaligus menjaga pelayanan publik.

Pembagian Jam Kerja 2 Shift Hanya bagi PNS yang Masuk di Kantor

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjalan masuk menuju Balai Kota, Jakarta, Senin (3/7). Pasca libur Lebaran seluruh PNS Pemprov DKI terlihat masuk kerja kembali seperti biasanya. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS mulai 15 Juni 2020 akan mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020.

Dalam aturan tersebut, jam kerja untuk ASN, BUMN, BUMD, dan swasta akan terbagi ke dalam dua gelombang (shift).

Namun demikian, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji menekankan, sistem pembagian jam kerja tersebut hanya berlaku bagi PNS yang masuk ke kantor atau work from home (WFH).

 

"Untuk ASN tetap berlaku WFH (work from home) dan WFO. Dan yang diatur 2 shift ini hanya untuk yang WFO," ungkap Atmaji dalam pesan tertulis, Senin (15/6/2020).

Atmaji menerangkan, sistem shift kerja bagi PNS yang WFO akan dimulai antara pukul 07.00-07.30 WIB. Dia menambahkan, selisih waktu antara shift 1 dan shift 2, yakni 3 jam.

"Kalau shift 1 jam 07.00-15.00, maka shift 2 jam 10.00-18.00. kalau shift 1 jam 07.30-15.30, maka shift 2 jam 10.30-18.30," tuturnya. 

Menurut dia, perbandingan jumlah pegawai yang masuk di shift 1 dan di shift 2 mendekati proporsi 50:50. Selain itu, ia menyampaikan, pembagian waktu seperti yang disebutkannya di atas hanya berlaku untuk hari kerja normal.

"Sistem shift seperti tersebut hanya berlaku untuk hari Senin sampai dengan Jumat," ujar Atmaji. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: