Belum Sepenuhnya Mulus, Ini Ruas Jalan di Jalur Pantura yang Perlu Diwaspadai Pemudik

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng mengingatkan para pemudik untuk ekstrahati-hati saat melintasi jalur pantai utara (pantura). Hal ini disebabkan kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus.

"Bagi yang lewat jalan pantura perlu mewaspadai dan butuh kehati-hatian karena kondisinya belum sepenuhnya mulus. Sesuai arahan pak gubernur, kita masih berusaha melakukan penambalan di ruas pantura," kata Kepala PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, AR Hanung Triyono, Kamis (21/4).

Dia menyebut ruas jalan yang patut diwaspadai para pemudik yaitu jalur Lingkar Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, ruas jalan penghubung Kota Solo-Purwodadi, ruas penghubung Kota Solo-Sragen. "Jalan berlubang yang perlu penanganan khusus sekitar 5-10 persen. Biasanya pemudik andalannya tetap lewat jalan tol," ungkapnya.

Belum Bisa Diperbaiki Seluruhnya

Pihaknya belum bisa memperbaiki seluruh kerusakan jalan di pantura karena waktunya sangat mepet.

"Jalan pantura sudah siap dilewati pada H-10. Tinggal pekerjaan kecil-kecil untuk ditambal yang berlubang. Tapi jalan yang rusak belum bisa dibongkar. Untuk sementara baru ditambal pakai aspal," jelasnya.

Secara keseluruhan total kerusakan di sejumlah jalur mudik masih mencapai 5-10 persen. Kerusakan paling banyak berada di kawasan Pantura bagian timur. Perbaikannya baru bisa dikerjakan setelah Lebaran.

"Jalan berlubang yang butuh perawatan ekstra ada di wilayah timur. Kita laksanakan perbaikan hanya saja setelah Lebaran. Jadi kalau butuh dibeton dan kalau memang harus nanti diplester," ujarnya.

Selain itu, ada juga kerusakan jalan di titik jalur penghubung sejumlah daerah. Masing-masing kerusakannya kurang lebih 3 kilometer. "Di setiap titik kerusakannya sekitar 3 kilometer, tapi titiknya di spot-spot tertentu," tandasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel