BEM UI: Kenaikan Harta Kekayaan Rektor Tidak Wajar

Merdeka.com - Merdeka.com - Gaji Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro disebut-sebut bertambah sampai Rp62 miliar dalam kurun waktu tiga tahun. Hal itu diunggah oleh akun @bemui_official.

Menurut LHKPN pada 26 Maret 2022, total harta kekayaan Ari Kuncoro selaku mencapai angka Rp 62 miliar. "Padahal saat masih menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, angka harta kekayaan Ari Kuncoro telah mencapai angka Rp27 miliar," tulis akun tersebut lagi.

Jumlah tersebut pun dipertanyakan oleh pihak BEM mengenai dari mana sumber kekayaan rektor tersebut. "Lalu dari manakah sumber pendanaan hingga total harta kekayaan Bapak Rektor satu ini bertambah dua kali lipat?" tanya keterangan dalam akun itu.

Ketua BEM UI, Bayu Satria mengatakan data yang dimiliki pihaknya dan kemudian diunggah berasal dari data LHKPN. Menurutnya, jumlah penambahan harta tersebut dianggap tidak wajar.

"Iya jadi kenaikan harta kekayaan Rektor UI selama tiga tahun ini adalah suatu kenaikan harta yang tidak wajar oleh seorang rektor atau pejabat di kampus," kata Bayu ketika dikonfirmasi, Senin (29/8).

Disebutkan bahwa Ari Kuncoro pernah merangkap jabatan menjadi komisaris di BRI. Diduga, penambahan jumlah kekayaan Ari berasal dari jabatan sebagai komisaris. "Dan pada akhirnya membuat UI tidak fokus menyelesaikan masalah masalah di UI," ungkapnya.

Rencananya, mahasiswa akan menggelar aksi di lingkungan kampus. Mereka menuntut rektor menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. "Yang pertama itu terkait dengan statuta UI yang malah memperbolehkan seorang rektor rangkap jabatan, dan masalah kecacatan formil serta substansi lainnya," ungkapnya.

Kedua, masalah kekerasan seksual dalam kampus yang sampai hari ini UI belum membuat peraturan rektor tentang kekerasan seksual yang menjadi amanat dalam permendikbud PPKS. Ketiga, masalah biaya pendidikan yang tidak ada keringanan dan malah melambung tinggi.

"Keempat adalah masalah pembunuhan mahasiswa UI di Danau UI, yang sampai tujuh tahun tidak selesai," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, pihak UI menjelaskan LHKPN tersebut merupakan gabungan penghasilan Ari dengan sang istri, Lana Soelistianingsih. Lana sendiri saat ini memegang jabatan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Ibu Lana, istri Pak Ari Kuncoro, juga pejabat negara. Beliau merupakan Kepala Eksekutif LPS. Sehingga logis jika jumlah kekayaan tersebut merupakan kekayaan bersama," jawab Kepala Hubungan Masyarakat UI Amelita saat dikonfirmasi, Senin (29/8). [cob]