Ben Joshua Bocorkan Trik Sukses Berbisnis dengan Digital Marketing

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Fenomena artis yang membuka bisnis sudah lazim terjadi. Mereka menyadari pentingnya investasi karena berkarier di dunia hiburan tidak bisa abadi.

Aktor yang kini menekuni dunia bisnis, salah satunya adalah Ben Joshua. Pemilik nama lengkap Benjamin Joshua Rompies itu menekuni bisnis kuliner, khususnya sambal.

Baca Juga: Ngaku Punya Banyak Fans Cowok, Dinar Candy Buka Bisnis Ini

Turut membocorkan rahasia sukses berbisnisnya, pria yang akrab disapa Ben itu mengaku memanfaatkan influencer, sebagai salah satu trik marketing. Ben memulainya dengan memberi merek sambal yang dijual, selaras dengan namanya, yaitu Ben_Cabe.

"Maka di entertaiment mesti jaga nama, karena bisa dimanfaatkan untuk bisnis," ujarnya saat webinar Digital Marketing: Strategi Mendapatkan Konsumen dan Meningkatkan Penjualan yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri, baru-baru ini.

Ben mengakui nama itu mampu mendongkrak penjualan. Pria berlesung pipit itu juga mengajak influencer lain untuk menarik para pembeli. Meski demikan, Ben memilih tidak memasarkan Ben Cabe di akun pribadinya.

"Tadi juga saya dengar di sini (webinar ini) perlu memisahkan akun bisnis dan akun pribadi,” tambahnya.

Lebih dari itu, kata Ben, penting meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memberi kemudahan akses ke penjual. Antara lain dengan memberi kontak yang jelas dan mudah dihubungi.

Berada di tempat yang sama, Digital Creator, Ndorokakung, mengatakan media sosial merupakan sumber informasi utama bagi warga +62, sehingga sangat bisa dimanfaatkan untuk berjualan. "Media sosial mampu memberikan data tentang perilaku konsumen, ini penting bagi brand," kata dia.

Selain itu, media sosial sangat ramah bagi pebisnis. Meski demikian, perlu strategi jitu untuk memanfaatkan media sosial dalam marketing.

"Yang pertama adalah menetapkan tujuan, mau brand awareness, mau meningkatkan sales, atau mencari lead, atau apa. Kemudian KPI-nya apa, apakah mau meningkatkan traffic ke web, apakah lead atau sales, dan seterusnya," tuturnya.

Selanjutnya, menurut Ndorokakung, perlu menetapkan target pasar, yaitu kalangan mana, usia, jenis kelamin, di perkotaan atau pedesaan, kelompok pesepeda atau pengguna mobil. Sebab, ini akan menentunkan konten yang cocok untuk target market-nya. Selain itu, karena media sosial jenisnya, maka brand harus memilih sesuai dengan barang jual.

"Apakah brand cocok menggunakan TikTok misalnya, kita tahu TikTok banyak digunakan anak muda, gen Z," tambahnya.

Sedangkan untuk konten, salah satu tipsnya harus menjawab kebutuhan konsumen. "Kedua, konten mudah diakses, makin mudah diakses dan mudah disebarkan akan meningkatkan engagement," tutup Ndorokakung.