Benarkah ada agen intelijen hancurkan PKS?

MERDEKA.COM. Tertangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar telah menampar muka Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mantan Presiden PKS itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap impor daging sapi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bukan hanya Luthfi. KPK juga menangkap Ahmad Fathanah sebelumnya. Fathanah diketahui adalah orang dekat Luthfi. Dalam kasus ini, Fathanah juga dijerat dengan pasal yang sama dengan Luthfi.

Dalam proses penyidikan, KPK satu per satu terus memburu aset-aset milik Luthfi dan Fathanah. Sejumlah aset milik Luthfi dan Fathanah mulai disita oleh lembaga antikorupsi tersebut. Termasuk wanita-wanita seksi yang kebagian duit dari Fathanah mulai terungkap.

Terus disorotnya kasus ini membuat PKS terpukul. Bagaimanapun, kasus Luthfi dan Fathanah telah memperburuk citra PKS.

Terkait hal ini, sampai-sampai politikus PKS Indra menuding, Fathanah adalah seorang agen intelijen yang sengaja masuk ke PKS untuk menghancurkan partai. "Yang jelas agen yang ditanamkan untuk hancurkan partai," kata Indra berapi-api kemarin.

Indra enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. Menurutnya Fathanah hanya memanfaatkan nama PKS untuk kepentingan yang berlawanan dengan kebijakan partai.

"Pertama saya tegaskan, AF bukan kader PKS apalagi pengurus PKS, tidak sekali. PKS jadi korban perilaku liar dia. Apakah motif ingin hancurkan PKS, karena klaim menipu mengatasnamakan partai padahal bukan siapa-siapa di partai," lanjutnya.

Terkait tudingan itu, benarkah Fathanah adalah seorang agen yang sengaja ditanam oleh seseorang untuk hancurkan PKS?

Menurut Pengamat Politik dari Charta Politika Arya Fernandes, tudingan Indra tidak sepenuhnya benar. Alasannya, dalam perekrutan kader PKS dilakukan proses seleksi ketat.

"Secara organisasi struktur internal partai cukup kuat karena menggunakan sistem komando," kata Arya kepada merdeka.com, Kamis (9/5).

Untuk menjadi kader PKS tidak mudah. Membutuhkan kaderisasi cukup panjang dan bertingkat.

"Dengan demikian cukup sulit ada penyusup agen masuk ke internal PKS. Tidak mungkin untuk menusuk dari internal," ujarnya.

Arya malah menilai, isu agen sengaja diembuskan oleh PKS untuk melakukan konsolidasi internal partai. "Itu cara mereka agar tetap solid saja. Selain itu, isu itu juga bisa menjadi benteng," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.