Benarkah Ada Kasur Antiseks di Olimpiade Tokyo 2020?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kasur antiseks di Wisma Atlet Olimpiade Tokyo 2020. Semua itu bermula dari kicauan pelari jarak jauh Amerika Serikat, Paul Chelimo.

Dia mengatakan, hubungan seks di kampung atlet adalah hal yang dihindari penyelenggaraan Olimpiade kali ini karena situasi pandemi COVID-19.

Paul Chelimo pun menjelaskan, kasur yang berada di wisma atlet pun didesain hanya untuk satu orang. Sehingga, jika dibebani berat dua orang, kasur yang terbuat dari kardus itu akan rubuh.

Lucunya, hal itu tak akan berlaku bagi atlet lari jarak jauh seperti dirinya yang identik dengan bobot ringan.

"Kasur yang ada di Kampung Atlet Olimpiade dibuat dari kardus, ini untuk menghindari keintiman di antara atlet," ucap Chelimo.

Ucapan Chelimo pun menjadi viral lantaran disebarluaskan media Amerika Serikat, New York Post. Media-media Paman Sam lainnya juga mengangkat hal itu sehingga membuat heboh.

Lantas, benarkah kasur di kampung atlet Olimpiade Tokyo 2020 antiseks? Panitia Olimpiade Tokyo membantah kasur kardus untuk atlet tak kuat jika dipakai berhubungan seks.

Atlet senam asal Irlandia, Rhys McClenaghan, juga telah mengungkapkan kebenaran soal kasur tersebut. McClenaghan mengunggah sebuah video melalui akun sosial media pribadinya.

Akun Twitter resmi Olimpiade ikut merespons dengan mengucapkan terima kasih karena McClenaghan membantu mematahkan mitos tersebut.

Dalam tayangan tersebut, McClenaghan terlihat mengetes kekuatan ranjang itu dengan cara melompat-lompat.

"Pada episode berita hoaks hari ini di Olimpiade, ranjang ini dimaksudkan untuk menjadi anti-seks," tutur McClenaghan dalam videonya.

"Ranjang ini terbuat dari karton, ya. Tapi tampaknya ini dimaksudkan untuk hancur jika ada gerakan tiba-tiba. Ini bohong. Berita bohong," jelasnya.

Wisma atlet selama Olimpiade memang terkenal dengan aktivitas seksual yang tinggi. Pada Olimpiade 2016, ada 450 ribu kondom yang disediakan. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dalam sejarah.

Sementara untuk Olimpiade Tokyo, panitia menyiapkan 150 ribu kondom. Akan tetapi pihak penyelenggara melarang atlet untuk menggunakannya selama di wisma atlet.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel