Benarkah Corona Varian Delta Bisa Menular saat Berpapasan?

·Bacaan 4 menit

VIVAVirus corona varian Delta atau varian B1617.2 diketahui telah menyebar ke beberapa negara di dunia. Varian delta yang pertama kali ditemukan di India ini telah dimasukkan ke dalam daftar Variant of Concern (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan tanpa sebab, dimasukkannya varian Delta dalam daftar VOC ini lantaran mutasi virus ini diketahui dapat menular dengan lebih cepat. Bahkan kabar terbaru, varian Delta dapat ditularkan saat berpapasan.

Kabar ini berawal dari otoritas wilayah New South Wales, Australia, yang mencatat beberapa kasus yang dikhawatirkan merupakan varian Delta. Kasus tersebut ditemukan pada pengunjung di pusat perbelanjaan, Bondi Junction Westfield.

Dilansir dari laman The Stuff, Kamis, 24 Juni 2021, sebuah rekaman CCTV menunjukkan dua orang berbelanja di Bondi Junction Westfield di Sydney. Mereka berpapasan dengan cepat tetapi tidak saling berkontak. Mereka hanya berbagi udara yang sama untuk sesaat.

Keduanya kini terinfeksi COVID-19. Pihak berwenang Australia percaya hal yang sama terjadi pada dua orang lainnya.

“Ini pada dasarnya adalah persilangan individu. Mereka jelas berhadapan satu sama lain, tetapi secara harfia, seseorang bergerak saling berhadapan untuk sesaat, dekat, tetapi sesaat. Dalam dua kasus lain, kami belum dapat dengan rekaman CCTV, melihat titik persimpangan yang sama persis,” kata Kepala Petugas Kesehatan New South Wales Kerry Chant.

“Tetapi kami tahu mereka berjarak 20 meter, masuk di tempat yang berbeda pada waktu yang sama atau di area itu. Jadi kami menduga mereka berpapasan," tambahnya.

Seorang pria berbeda yang terinfeksi COVID-19 melakukan perjalanan ke Wellington dari Sydney selama akhir pekan. Belum terungkap apakah dia membawa varian Delta, tetapi ahli epidemiologi Michael Baker mengatakan kepada Stuff bahwa itu mungkin terjadi.

Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan, pertemuan itu "sangat singkat".

"Secara harfiah orang bahkan tidak secara fisik menyentuh satu sama lain tetapi dengan cepat datang ke wilayah udara yang sama telah melihat transfer virus dari satu orang ke orang lain. Begitulah menularnya,” kata Berejiklian.

Bagaimana COVID-19 menyebar?

COVID-19 menyebar dari orang ke orang melalui droplet (biasanya dari bersin atau batuk). Virus ini juga dapat ditularkan melalui aerosol atau microdroplet, yang dilepaskan oleh orang yang sakit. Ini dipandang sebagai metode yang berbeda, karena partikel melayang di udara lebih lama.

Pada awal pandemi, para ilmuwan masih mempelajari bagaimana COVID-19 menyebar. Ada kekhawatiran, misalnya, pelari atau pengendara sepeda motor bisa menyebarkan virus ini.

Ada juga kekhawatiran bahwa orang yang terinfeksi juga dapat menyentuh benda atau permukaan, meninggalkan virus dan membuat seseorang sakit. Namun, ini sekarang dianggap langka.

Apa yang biasanya kita lihat dalam wabah Selandia Baru adalah penyebaran COVID-19 di antara kontak dekat, kemungkinan besar melalui droplet.

Profesor mikrobiologi University of Auckland Siouxsie Wiles mengatakan bahwa dengan varian Alpha, misalnya, sebagian besar telah melihat orang Selandia Baru dengan COVID-19 menginfeksi anggota keluarga yang berbagi tempat tinggal yang sama.

"Kami memiliki kasus yang tidak biasa di Selandia Baru, khususnya di fasilitas MIQ (isolasi dan karantina terkelola). Kami masih belum tahu apa yang menyebabkan misteri klaster Auckland Agustus yang menginfeksi lebih dari 170 orang. Terjadi wabah yang tidak biasa di Hotel Pullman," kata dia.

Varian Delta tentu saja akan menyebabkan infeksi rumah tangga, kata Wiles. Tetapi varian delta juga mengarah pada kasus-kasus "penularan sekilas, yaitu ketika seseorang pada dasarnya berbagi wilayah udara yang sama dengan seseorang untuk waktu yang singkat".

Profesor Sekolah Kedokteran Universitas Auckland Des Gorman setuju. Apa yang terjadi di mal adalah transmisi "spektakuler" dan menggambarkan betapa menularnya varian Delta, katanya.

Apa yang perlu diketahui tentang Delta

Varian Delta pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober 2020 dan WHO melabelinya sebagai varian yang menarik pada bulan April.

Kekhawatiran terbesar tentang varian Delta adalah jauh lebih cepat menyebar antar orang.

Para peneliti memperkirakan varian Delta 60 persen lebih menular daripada varian Alpha yang melanda Inggris dan dua kali lebih menular dari virus corona asli asal Wuhan.

Kepala penasihat medis Amerika Serikat Anthony Fauci minggu ini menyebut, varian Delta merupakan ancaman terbesar di AS terhadap upaya negara tersebut untuk memberantas COVID-19.

Di Inggris, lebih banyak orang muda yang terinfeksi dibandingkan sebelum. Bukti awal menunjukkan varian Delt mungkin juga meningkatkan risiko rawat inap. Tetapi lebih banyak data diperlukan.

Kabar baiknya adalah vaksin Pfizer masih bekerja dengan baik melawan varian Delta. Sebuah studi awal (belum ditinjau oleh rekan sejawat) menemukan bahwa vaksin Pfizer 88 persen efektif melawan varian Delta setelah dosis kedua. Tetapi hanya sekitar 33 persen efektif setelah dosis pertama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel