Benarkah SBY sedih Andi ditetapkan sebagai tersangka?

MERDEKA.COM, KPK menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang. Lantas, mantan juru bicara presiden itupun memutuskan untuk menanggalkan kursi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Andi Mallarangeng disebut-sebut anak kesayangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Betapa tidak, Andi yang dahulu menjadi jubir, langsung diangkat oleh SBY sebagai Menpora.

Selain itu, SBY juga diduga mendukung penuh Andi sebagai Ketua Umum partai Demokrat. Meski, dalam kongres harapan itu kandas di tangan tokoh muda lainnya Anas Urbaningrum.

Apakah dengan ditetapkannya Andi sebagai tersangka, lantas SBY kecewa dan merasa kehilangan putra makhotanya?

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengatakan, tidak hanya seorang SBY yang sedih. Seluruh kader dan teman baik Andi juga sangat sedih saat KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi.

"Jadi kalau mau dilihat dari aspek sedih, saya juga sedih. Karena sahabat saya pak Andi kena musibah, tapi sekali lagi kalau bicara dalam konteks pemerintah, (SBY) menginginkan 2013 pemerintahnya itu berjalan secara efektif. Karena ini pengabdian beliau yang terakhir sebagai presiden," jelas Hayono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/12).

Anggota komisi I ini menjelaskan, meskipun sedih, SBY sebagai kepala negara tetap berharap penegakan hukum dalam berjalan seadil-adilnya dan tidak pandang bulu.

"SBY baik sebagai pribadi maupun sebagai presiden konsisten bahwa hukum itu tidak pandang bulu sehingga beliau mengikhlaskan Andi Mallarangeng diperiksa oleh KPK," imbuhnya.

Bahkan, lanjut Hayono, keyakinan dirinya dengan yang dimiliki SBY sama, bahwa Andi tidak bersalah.

"Saya sendiri meyakini bahwa pak Andi tidak bersalah, tapi sekali lagi serahkanlah pada proses hukum karena hukumlah yang menentukan siapa yang bersalah," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.