Benarkan Ada Penyusutan Jumlah Penduduk di Surabaya?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Sonhaji membantah adanya penyusutan atau berkurangnya jumlah penduduk Surabaya dalam pembahasan pemekaran daerah pemilihan pada Pemilu Legislatif 2024.

"Selama ini, kami memakai DKB (data kependudukan bersih). Data itu yang sudah diakui Kemendagri. Sedangkan data yang di laman Dispendukcapil itu belum ter-update," kata Agus Sonhaji di Surabaya, Kamis (27/5/2021), seperti dilansir Antara.

Pernyataan Agus menanggapi pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kota Surabaya Muh Kholid AS yang menyebut ada sebanyak 218.762 data penduduk yang "hilang" dari peredaran berdasarkan laman http://dispendukcapil.surabaya.go.id,

Pada laman itu disebutkan jumlah penduduk Surabaya per 31 Desember 2020 turun 188.213 jiwa dari tahun 2019. Dari 3.158.943 jiwa pada tahun 2019 menjadi 2.970.730 jiwa pada tahun 2020.

Padahal, pada tahun 2020 itu terdapat 56.394 jumlah kelahiran serta 25.845 kasus kematian. Artinya surplus 30.549 jiwa.

Menurut Agus, DKB tersebut biasanya dimunculkan di laman Dispendukcapil Surabaya per semester. Sedangkan untuk tahun 2021 ini belum muncul di laman, sehingga data yang ada merupakan data lama 2020.

"Jadi data Dispendukcapil saat masih dalam proses pembersihan. Data itu data lama. Bahkan dulu sempat jumlah penduduk Surabaya mencapai 3 juta jiwa lebih. Tapi, kemudian setelah diverifikasi ada banyak data ganda, sehingga dihapus dan jumlah penduduknya turun," ujarnya.

2.970.730 Jiwa

Saat ditanya berapa jumlah penduduk Surabaya pada 2021, Agus mengatakan ada sekitar 2.970.730 jiwa berdasarkan data dari DKB semester kedua pada 2020.

Begitu juga saat ditanya mengenai ada potensi kenaikan jumlah penduduk Surabaya pada 2021 mencapai 3 juta jiwa lebih, Agus mengatakan jumlah penduduk bisa saja bertambah . Tentunya, hal itu juga tergantung dengan kegiatan pembaharuan data penduduk di kelurahan bisa dimaksimalkan.

"Kami sekarang buka pelayanan di kelurahan. Nanti dibantu kelompok masyarakat saat meng-update data penduduk," katanya pula.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel