Bencana Sebelum Natal, Arsenal Menuju Kehancuran di Tangan Arteta

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVAArsenal mendapatkan bencana sebelum Natal setelah tumbang di markas Everton pada laga lanjutan Premier League. Bertandang ke Goodison Park, Minggu 20 Desember 2020, dini hari WIB, Arsenal menyerah 1-2.

Serangan bertubi-tubi Everton membuat Arsenal panik. Pada menit ke-22, kapten Arsenal, Rob Holding mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi bola umpan silang Alex Iwobi.

Arsenal sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Yerry Mina melanggar Ainsley Maitland-Niles di kotal terlarang. Nicolas Pepe yang menjadi algojo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna di menit 35.

Namun, Everton kembali mencetak gol pada menit ke-45. Yerry Mina berhasil membayar kesalahannya setelah mencetak gol ke gawang Arsenal usai memaksimalkan umpan sepak pojok Gylfi Sigurdsson.

Dengan kemenangan ini, Everton naik ke posisi dua klasemen sementara Premier League dengan perolehan 26 poin. Sedangkan, Arsenal tak beranjak dari urutan ke-15 dengan koleksi 14 poin.

Kekalahan ini menuliskan tinta merah dalam sejarah tim, Dari 14 pertandingan yang telah dilakoni Arsenal di Premier League musim ini, mereka hanya mengumpulkan 14 poin. Catatan itu merupakan yang terburuk sejak musim 1974/1975.

Selain itu, Arsenal secara beruntun tak mampu meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir Premier League musim ini. Lebih parah lagi, Arsenal belum mencetak gol dari permainan terbuka dalam lima pertandingan tandang terakhir mereka di Premier League

Ini bukan kesalahan lagi, melainkan krisis besar-besaran dan jika sesuatu tidak berubah dengan cepat maka The Gunners akan menghabiskan paruh pertama 2021 dalam pertempuran degradasi.

"Buruk lagi bahwa kenyataannya kami kalah, meski tidak kebobolan banyak. Kami kalah karena dua momen kunci, sebuah gol bunuh diri dan dari bola mati," kata Arteta, dikutip Sky Sports.

"Kami bereaksi dengan baik, mendominasi permainan, dan menciptakan peluang yang cukup setidaknya untuk tidak kalah. Namun, upaya kami membentur tiang dan saya rasa keberuntungan tidak berada di pihak kami," sambungnya.

Arsenal jelas harus berubah, namun dua pertandingan penutup tahun ini sangat mengerikan. Arsenal akan menghadapi Manchester City, dan Chelsea.