Benda Mencurigakan Diduga Berisi Peluru di Depok Sempat Dikira Paket Sepatu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Benda mencurigakan diduga berisi peluru dan terdapat tulisan FPI Munarman ditemukan di Jalan Raya Grogol, Kecamatan Limo, Depok pada Minggu malam 4 April 2021. Saat pertama kali ditemukan, bungkusan tersebut dikira paket sepatu.

Saksi yang menemukan pertama kali, Taryati (41) mengatakan, dia bersama suaminya mendatangi warung karena habis berbelanja buah lontar yang akan dijual pada esok harinya. Sesampainya di warung sekitar pukul 18.30 WIB, dia langsung menurunkan barang ke warungnya. Saat itu Taryati melihat terdapat sebuah bungkusan berada tepat di samping warungnya.

"Posisinya samping warung saat saya angkat terasa berat lebih dari satu kilogram," ujar Taryati, Senin (5/4/2021).

Taryati menjelaskan, benda mencurigakan tersebut diberitahukan kepada suaminya dan ikut memeriksa bungkusan. Taryati awalnya menduga bungkusan yang ditemukan merupakan paket sepatu yang dibeli melalui toko online.

Namun setelah dipikir, tidak mungkin barang yang dia pesan langsung cepat sampai. "Nggak mungkin, karena saya pesan kemarin dan belum bayar," kata dia.

Dilaporkan ke Polisi

Penemuan benda mencurigakan di Jalan Raya Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok. (Istimewa)
Penemuan benda mencurigakan di Jalan Raya Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok. (Istimewa)

Taryati mencoba memeriksa bungkusan dan di dalam bungkusan tersebut seperti benda kaleng. Merasa curiga, dia bersama suaminya melaporkan temuan bungkusan ke pengurus RT.

Tidak lama berselang pengurus RT datang dan memindahkan barang di atas jembatan belakang warung. Setelah itu pengurus RT membuka bungkusan menggunakan gagang sapu secara perlahan.

"Setelah terbuka, terlihat sebuah tulisan FPI Munarwan," terangnya.

Taryati menuturkan, melihat tulisan FPI Munarwan pengurus RT langsung berinisiatif menghubungi Polsek Limo, dikhawatirkan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Menurutnya, selama berjualan dia tidak menemukan pembeli yang mencurigakan. Hal itu karena pembeli air buah lontar merupakan pekerja proyek bangunan atau warga yang melintas di depan warungnya.

"Sepertinya tidak ada, tapi melihat ada tulisan FPI jadi waswas juga makanya nggak berani buka sampai polisi datang," pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: