Bendera Aceh Mirip Lambang GAM  

TEMPO.CO, Banda Aceh - Akhir tahun ini, Provinsi Aceh bakal mempunyai bendera dan lambang daerah khusus. Ketentuan soal ini sedang dirumuskan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan akan disahkan dalam bentuk peraturan daerah atau qanun. Dalam rancangan bendera dan lambang Aceh, simbol yang digunakan amat mirip lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

UU Keistimewaan Aceh sendiri memang merupakan hasil perundingan damai antara pemerintah Indonesia dan GAM. Perdamaian yang ditandangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005 itu mengakhiri pemberontakan GAM.

Sebagai gantinya, GAM dipersilakan membentuk partai politik lokal. Pada Pemilu 2009, partai yang dibentuk GAM, yakni Partai Aceh, meraup suara terbanyak. Pada pemilihan Gubernur April 2012 lalu pun, para mantan pejuang GAM meraih mayoritas kursi bupati dan wali kota. Gubernur Aceh sekarang, Zaini Abdullah, adalah mantan juru runding GAM dalam perundingan Helsinki. 

Rabu, 14 November 2012, rancangan bendera dan lambang Aceh baru mulai disosialisasikan lewat media massa. "Itu bagian dari sosialisasi yang memakai media baik cetak maupun elektronik," kata Kepala Biro Pemerintahan Aceh, A Hamid Zein.

Anggota DPR Aceh, Abdullah Saleh, memastikan akhir November ini semua elemen masyarakat diundang untuk menyampaikan saran mengenai usulan bendera dan lambang provinsi ini. Setelah itu, akan diadakan sidang paripurna untuk pengesahan. "Kami prioritaskan tahun ini selesai," kata Saleh. 

ADI WARSIDI

Berita Terpopuler:

Mahfud Tantang Sudi Silalahi  

Ola Pernah Minta Bantuan Ayin

Wanita di Tengah Skandal Seks Direktur CIA

Ola Sesumbar Hanya Jalani Vonis 15 Tahun

Wanita Pengungkap Skandal Seks Bos CIA Doyan Pesta

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.