Bendera Duka untuk KRI Nanggala 402 Berkibar di Perairan Lebanon

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar duka tentang gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam ke dasar Selat Bali pada hari Rabu, 21 April 2021 lalu ternyata tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan bangsa Indonesia saja.

Insiden tenggelamnya KRI Nanggala 402 pada saat melakukan latihan menembakkan Torpedo di Selat Bali itu juga menjadi perhatian bagi militer atau Angkatan Laut Turki. Mereka mengangkatkan bendera signal duka untuk para awak KRI Nanggala 402 di kapal perang milik negara Turki, TCG Heybeliada (HEY) sebagai bentuk penghormatan Angkatan Laut Turki kepada 53 prajurit terbaik KRI Nanggala 402.

Hal itu dilakukan oleh Angkatan Laut Turki pada saat melakukan latihan bersama kapal perang yang tergabung dalam tugas misi Maritime Task Force (MTF)/UNIFIL di Perairan Lebanon.

Letkol laut (P) Abdul Haris, selaku Komandan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) 367 yang ikut dalam latihan MTF di Perairan Lebanon mengaku apa yang dilakukan oleh kapal perang negara sahabat Turki itu telah membuat seluruh awak KRI SIM-367 kaget dan terharu.

Sebab, dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa negara-negara sahabat yang tergabung dalam MTF UNIFIL dapat menunjukkan rasa empatinya terhadap apa yang dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut atas insiden tenggelamnya KRI Nanggala 402 itu.

Letkol Laut (P) Abdul Haris mengisahkan, pada ontask pertamanya, KRI SIM-367 melakukan latihan bersama dengan kapal perang Turki, TCG Heybeliada (HEY) dengan nomor lambung F-511. Latihan bersama yang dilakukan adalah Flaghoist atau latihan pengiriman berita menggunakan bendera signal pada jarak jangkau binocular, dengan tujuan agar tidak dapat disadap oleh musuh. Latihan ini secara umum sering dilakukan untuk menyamakan persepsi atau referensi antar kapal-kapal di berbagai negara.

"Kemudian secara tidak diduga, ditengah latihan berlangsung kapal perang negara Turki, HEY F-511 mengirimkan bendera signal yang terbaca oleh anggota komunikasi KRI SIM-367 berarti "PRAY FOR KRI NANGGALA". Hal itu sontak membuat seluruh personel KRI SIM-367 terkejut dan terharu serta merasa sangat bangga dengan simpati yang ditunjukkan oleh kapal negara sahabat tersebut," kata Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Abdul Haris dalam keterangan resminya, Rabu, 28 April 2021.

Selain itu, lanjut Letkol Laut Abdul Haris, ucapan simpatik juga disampaikan oleh Komandan MTF UNIFIL dan Komandan kapal perang lainnya melalui saluran resmi surat elektronik dan saluran FTP (FileZilla Transfer Protocol).

"Ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki satu ikatan persaudaraan yang dikenal "Navy Brotherhood" dengan turut merasakan duka mendalam yang sedang dirasakan oleh rakyat Indonesia khususnya TNI AL," ujarnya.

Ucapan duka cita dari kapal perang negara-negara sahabat di Perairan Lebanon itu pun langsung direspon oleh Komandan KRI SIM-367 dengan mengirimkan berita suara (voice message) kepada Komandan kapal perang HEY dan balasan tertulis resmi via surat elektronik kepada seluruh kapal yang telah bersimpati atas kejadian di tanah air.

Di akhir latihan Komandan KRI SIM-367 menegaskan, bahwa meskipun situasi sedang berkabung atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan masih dalam kondisi pandemi COVID-19, seluruh prajurit KRI SIM-367 harus selalu semangat dan bertugas secara profesional.

"Tetap utamakan keselamatan, Safety is paramount dan Zero accident," katanya.

Baca: OPM Mengganas, Pasukan Setan TNI Segera Masuk Papua