Bendera Israel Dibakar Rakyat Sendiri, Cek Faktanya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Bin Syam, yang membagikan postingan berupa video disertai narasi yang menyatakan bahwa rakyat Israel membakar benderanya sendiri, ia juga menampilkan hashtag bertema dukungan terhadap Palestina, seperti #palestine #freepalestine #savepalestine #savealaqsha.

NARASI:
Bismillah

BENDERA ISR4HELL ????????
DI BAKAR RAKYATNYA SENDIRI
APA KABAR Y4Hud1 PESEK
Sepertinya gak bakal cair ini dananya

#palestine
#freepalestine
#savepalestine
#savealaqsha

Penjelasan

Dilansir dari turnbackhoax.id, dalam videonya memperlihatkan, sejumlah orang-orang Yahudi Ortodoks yang memakai pakaian dengan ciri khas umatnya. Dalam video yang berdurasi 1 menit, orang-orang Yahudi tersebut membakar bendera Israel sambil mengucap dengan bahasa Ibrani.

Bin Syam kemudian menghubungkan pembakaran bendera Israel dengan peristiwa konflik Israel-Palestina yang terjadi sejak 10 Mei lalu, dapat diketahui dari narasinya yang mencantumkan hashtag bertema pembebasan Palestina.

Meski begitu setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, video tersebut tidak ada hubungannya dengan konflik Israel-Palestina. Hasil penelusuran gambar menggunakan Google search image, ditemukan video tersebut beredar sejak Juli 2019. Beberapa pengguna media sosial di Twitter, seperti akun @ahmeturndu telah membagikan video yang sama persis pada 5 Juli 2019.

Salah satu media berbahasa Turki, gaste24.com, pada 4 Juli 2019 mengabarkan peristiwa pembakaran bendera Israel oleh sejumlah umat Yahudi dengan judul berita “Yahudi Membakar Bendera Israel” kemudian diberikan keterangan:

“Demonstrasi di Israel untuk memprotes kematian seorang anak Ethiopia karena peluru polisi semakin membludak”. Dalam berita tersebut juga disertai video yang sama persis sebagaimana postingan Bin Syam.

Media Turki lainnya yakni ahaber.com.tr, mengupload video yang sama dalam sebuah artikel beritanya yang berjudul “Ultra-Ortodoks Yahudi Membakar Bendera Israel”, diunggah pada 4 Juli 2019 pukul 16:57. Dalam artikel tersebut memberitakan, seorang anak Israel (19 tahun) keturunan Ethiopia ditembak mati oleh polisi yang sedang tidak betugas, pada hari Minggu di kota Kiryat Haim, Israel.

Penelusuran pun berlanjut untuk mencari konteks peristiwa lebih lengkap. Dengan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris yakni “Ethiopian-Israelis protest”. Ditemukan artikel berita dari nytimes.com, berjudul “Ethiopian-Israelis Protest for 3rd Day After Fatal Police Shooting” (hari ketiga protes Ethiopian-Israelis setelah penembakan fatal oleh polisi), diunggah pada 3 Juli 2019.

Diberitakan saat itu, Solomon Tekah yang berusia 18 tahun sedang pergi bersama teman-temannya di Pelabuhan Utara Kota Haifa, pada hari Minggu. Pertemuan para pemuda tersebut telah menimbulkan kericuhan, seorang polisi yang sedang berlibur bersama istri dan anaknya akhirnya turun tangan. Seorang dari mereka melemparkan batu, sehingga membuat polisi itu merasa terancam. Polisi tersebut kemudian mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah Solomon Tekah, menyebabkan Solomon Tekah tewas.

Solomon Tekah adalah keturunan Ethiopia yang bermigrasi ke Israel pada 2012. Protes publik terhadap penembakan tersebut tidak hanya ditengarai protes tindak kekerasan aparat setempat, namun juga protes terhadap tindak diskriminasi terhadap warga keturunan Ethiopia di Israel.

Dilansir dari ahaber.com.tr,z Ultra-Yahudi Ortodoks yang membakar bendera Israel sebagaimana video yang beredar di media sosial, menyatakan bahwa negara Israel tidak mewakili keseluruhan orang Yahudi dan bahwa negara tersebut adalah negara Zionis yang juga tidak aman bagi mereka.

Kesimpulan

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Bin Syam adalah Hoaks dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga), bukan karena konflik dengan Palestina yang terjadi baru-baru ini. Bendera Israel tersebut dibakar oleh sejumlah umat Yahudi Ultra-Ortodoks di negaranya, Israel, untuk memprotes penembakan polisi setempat kepada warga berkulit hitam keturunan Ethiopia, Solomon Tekah, pada tahun 2019.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel