Bengkel Ini Dibayar Mahal untuk Bikin Mobil Mewah Berkarat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Setiap mobil baru yang keluar dari pabrik diberi pelindung khusus, untuk menjaga kondisi eksterior dari kerusakan akibat korosi.

Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membuat bodi dengan teknik khusus, menambahkan pelindung pada cat hingga menyemprotkan cairan antikarat ke bagian bawah.

Dengan semua upaya itu, diharapkan kendaraan bisa tetap awet meski digunakan di wilayah yang dekat dengan laut atau area yang dikelilingi banyak senyawa kimia.

Namun, oleh beberapa orang karat pada besi justru dianggap memiliki nilai artistik yang sangat tinggi. Warna cokelat kemerahan yang menyelimuti bodi terlihat kental dengan nuansa industri dan sedang jadi tren.

Bahkan, ada yang rela membayar mahal demi bisa mendapatkan tampilan tersebut di kendaraan. Untuk keperluan itu, mereka datang ke rumah modifikasi Niels van Roij Design.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Carscoops, Rabu 12 Mei 2021, Niels van Roij Design berlokasi di Belgia dan bergerak dalam bidang pembuatan mobil modifikasi.

Perusahaan ini menawarkan beberapa model kendaraan mewah, seperti Range Rover dan Tesla Model S yang sudah dirancang ulang desainnya supaya terlihat berbeda.

Harga yang ditawarkan tentu saja lebih mahal dari banderol asli di diler. Konsumen juga bisa membawa sendiri mobil mereka, untuk diubah sesuai konsep yang ada. Biayanya berkisar di angka 100 ribu Euro atau sekitar Rp1,7 miliar.

Salah satu karya terbaru mereka adalah Range Rover yang beberapa bagian bodinya sengaja dibuat berkarat. Caranya adalah dengan membiarkan besi tersebut mengalami oksidasi, kemudian saat sudah mencapai titik tertentu dilapisi dengan cairan khusus untuk menghentikan proses perusakan logamnya.

Dengan cara ini, maka hasil yang disajikan bukan berupa cat atau lukisan, melainkan benar-benar karat yang dialami oleh bodi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel