Bengkel Tambal Ban Ludes Terbakar, Pasutri di Bekasi Alami Luka Parah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasangan suami istri atau pasutri mengalami luka bakar yang parah setelah kobaran api melumat bengkel di Jalan KH Dewantara Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin 7 Juni 2021. Selain pasutri, ada satu korban lainnya.

Pasutri tersebut bernama Ricky Agus Yusuf dan Maria Maniarsih yang mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Keduanya terjebak saat api sudah melumat sebagian area depan bengkel.

Sementara, satu orang korban lainnya bernama Anton ikut terbakar. Anton saat itu diketahui sedang menambal ban di bengkel tersebut. Ia bilang kebetulan ketika itu ada pembeli bensin eceran.

"Jadi, saat saya lagi nambal ban, ada yang beli bensin, karena kebetulan bengkel ini jual bensin eceran juga," kata Anton, Senin 7 Juni 2021.

Anton menjelaskan, saat sedang mengisi bensin, tiba-tiba ada percikan api yang menyambar ke bagian bensin. Kemudian, tak lama kemudian, api itu membesar dan melumat sebagian ruangan bengkel tersebut.

"Jadi, ada bahan tambal ban yang tersambar bensin jadi langsung besar apinya," ujarnya.

Sementara itu, Buluk, salah seorang saksi mengatakan kronologi kejadian nahas tersebut. Dia bilang peristiwa itu diawali saat anak dari pasutri itu sedang mengurus pelanggan yang menambal ban.

Namun, tidak diduga api menyulut bensin yang lokasinya tak jauh dari korban.

"Api itu langsung besar, dan menyambar bagian bengkel," katanya.

Kemudian, Buluk menyebut saat api sudah melumat sebagian area depan bengkel, Ricky dan Maria berada di dalam rumah. Sebab, bengkel dan rumahnya menjadi satu.

"Jadi, korban terjebak dalam rumah karena sudah terkepung api," jelasnya.

Atas insiden itu, korban Ricky dan Maria mengalami luka 70 persen terbakar api di sekujur tubuhnya. Sedangkan, Anton mengalami luka sedang akibat kejadian tersebut. Ketiganya langsung dibawa ke RS Karya Medika Cikarang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel