Benjamin Netanyahu Kembali Terpilih Jadi Perdana Menteri Israel

Merdeka.com - Merdeka.com - Koalisi partai yang dipimpin mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu berhasil memenangkan 64 dari 120 kursi parlemen Israel. Dalam pemilihan itu, partai Netanyahu, Likud berhasil mendapatkan 32 kursi parlemen.

Kemenangan kursi mayoritas di parlemen Israel atau Knesset memungkinkan Netanyahu kembali terpilih menjadi PM Israel.

Pada Rabu lalu atau di saat perhitungan suara telah mencapai 85 persen, Netanyahu mengatakan kepada pendukungnya kalau mereka sedang berada di ambang kemenangan besar. Dia pun berjanji akan membentuk pemerintahan nasional yang stabil.

Lawannya yang berasal dari koalisi sentris, PM Israel Yair Lapid hanya memenangkan 51 kursi. Sedangkan sisa kursi parlemen didapatkan partai kecil Arab yang tidak terafiliasi.

Mendengar lawannya memenangkan pemilihan, Lapid segera mengucapkan selamat kepada Netanyahu. Lapid juga meminta agar staf-staf Netanyahu mempersiapkan transisi kekuasaan yang terorganisir.

"Negara Israel datang sebelum pertimbangan politik apa pun. Saya berharap Netanyahu sukses, demi rakyat Israel dan Negara Israel," jelas Lapid, dikutip dari Aljazeera, Jumat (4/11).

Netanyahu, yang dituduh dengan kasus korupsi dan penyelewengan, diperkirakan akan menghadap Presiden Israel, Isaac Herzog pekan depan untuk membentuk pemerintahan baru. Netanyahu hanya diberikan waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan baru.

Kini para pemimpin partai berusaha menempatkan anggota-anggotanya ke dalam jabatan senior, termasuk posisi yang bertanggung jawab atas keamanan Israel.

Partai-partai koalisi Netanyahu, termasuk partai Religious Zionism party yang memenangkan 14 kursi juga akan mendapat jabatan-jabatan dalam pemerintahan Netanyahu.

Partai itu sendiri menyatakan kalau anggota mereka dimasukkan dalam pemerintahan baru, maka mereka akan berusaha menghapus tuduhan penyelewangan dan pelanggaran kepercayaan terhadap Netanyahu.

Anggota koalisi Netanyahu lainnya seperti Itamar Ben-Gvir yang dikenal dengan perlakukan rasisme, juga diyakini akan mendapat jabatan dalam pemerintahan baru itu.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]