Benjolan Tumbuh di Wajah Mpok Atiek Meski Sudah Operasi Angkat Silikon Berkali-kali

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mpok Atiek menceritakan awal mula dirinya melakukan suntik silikon. Saat itu pemilik nama asli Atiek Riwayati tertarik melihat sahabatnya yang terlihat cantik usai disuntik silikon.

Tergiur dengan perubahan drastis sahabatnya tersebut, tanpa pikir panjang bintang Toko Barang Mantan melakukan hal serupa.

"Dulu di era 90-an itu hits banget. Ya Allah namanya lihat teman dari muka rata, tiba-tiba jadi kayak bule ya siapa juga yang nggak pengen. Kebetulan dibayarin ya mohon maaf, dari coba-coba," ujar pesinetron Jodoh Wasiat Bapak, di kawasan Kapten P Tendean Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021).

Ketagihan

Twitter
Twitter

Sejak saat itu Mpok Atiek mengaku ketagihan suntik silikon.

Meski awalnya biasa-biasa saja, namun perlahan ia merasakan keanehan di wajahnya yang mulai mengendur dan tak sedap dipandang mata.

"singkat cerita ketagihan suntik silikon namanya dibayarin (temen), ya mau lah," kata Mpok Atiek.

Terus Tumbuh

Liputan6.com/ Helmi Afandi
Liputan6.com/ Helmi Afandi

Ingin wajahnya bisa kembali normal, Mpok Atiek memutuskan menjalani operasi.

Namun benjolan tersebut selalu tumbuh meski sudah puluhan kali melakukan bedah.

"Enggak abis-abis di sini nongol, nanti nongol lagi, jendol-jendol sudah sebesar kacang tanah diangkat ada lagi," ungkapnya.

Menyatu

Mpok Atiek
Mpok Atiek

Menurut Mpok Atiek, semua itu terjadi karena silikon tersebut sudah menyatu dengan jaringan tubuhnya. Meski sudah berkali-kali dioperasi namun benjolan di wajahnya masih tetap tumbh.

"Jadi ini kan sudah ada berpuluh-puluh tahun. Jadi udah masuk ke jaringan tubuh. Kalau meriang atau apa dia (benjolan di wajah) nongol. Terus kalau sudah segede kacang tanah dibuang lagi, enggak akan pernah habis 21 (operasi) ngebuang silikon yang ada di dalam," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel