Benny Dapat Info Oknum Intel Polres Bujuk Pengurus Dukung Demokrat KLB

Siti Ruqoyah, Anwar Sadat , Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisruh Partai Demokrat saat ini masih terus berlangsung pasca dilaksanakan Kongres Luar Biasa atau KLB yang menghasilkan kepemimpinan Moeldoko. Seusai KLB, banyak informasi berhembus bahwa ada campur tangan dari oknum aparat kepolisian.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengungkapkan saat ini para pengurus Demokrat di tingkat Kabupaten dan Kota tengah dalam keadaan resah. Sebab mereka diancam oleh intel Polres dan diminta menyerahkan nama pengurus inti Partai.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai," kata Benny, dalam akun twitternya, Selasa 7 Maret 2021.

Bahkan Benny juga mengatakan adanya ancaman intel di tingkat Polres itu diperintahkan secara langsung oleh Kapolres. Para kader selain diminta untuk menyerahkan nama kepengurusan inti Partai, juga dibujuk untuk mendukung hasil KLB.

KLB tersebut menunjuk Kepala Staf Presiden Moeldoko untuk menjadi sebagai Ketua Umun Partai Demokrat. Menurut Benny, hal ini jelas harus direspons oleh Polri.

"Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk utk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor," ujar Benny.

VIVA sudah menghubungi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono tentang isu tersebut. Namun hingga kini belum ada respons. Tak hanya itu VIVA juga sudah chat WA ke Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpaw namun tidak aktif karena terlihat hanya ceklis satu.

Sebelumnya diberitakan, kubu kontra Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melaksanakan Kongres Luar Biasa di Hotel The Hill di Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat 5 Maret lalu. Hasil KLB yang diinisiasi oleh kader pecatan Demokrat yakni Jhoni Allen Cs, memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi Ketua Umum Demokrat.


Baca juga: Nazaruddin Ternyata Juru Bayar di KLB Partai Demokrat