Benny van Breukelen Bangga Bisa Mendidik Banyak Kiper Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Benny Van Breukelen pernah dikenal sebagai kiper jempolan. Ia pernah memperkuat banyak klub besar di era Galatama seperti Niac Mitra, Arseto, dan beberapa klub lain.

Benny pun sempat lama menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Belakangan kita mengenal Benny Van Breukelen sebagai pelatih kiper. Kini, Benny menjadi pelatih kiper Persebaya Surabaya.

Di kanal Youtube Tiento Indonesia, Benny menceritakan awal mula karirnya sebagai pelatih kiper. Hal itu dimulai di tahun 1997 di klub bernama Arseto yang dahulu dimiliki putra Presiden Soeharto, Sigit Harjojudanto

"Di Persijatim saya sudah tidak nyaman bermain sepak bola. Akhirnya saya berhenti, di tahun 1997 saya dipanggil ke Arseto itu awal mula saya menjadi pelatih kiper," kata Benny.

 

Belajar di Belanda

Benny van Breukelen jadi pelatih PBR di Piala Jenderal Sudirman. (Bola.com/M. Ridwan)
Benny van Breukelen jadi pelatih PBR di Piala Jenderal Sudirman. (Bola.com/M. Ridwan)

Di tahun 1998, Liga Sepak Bola Indonesia harus berhenti. Saat itu situasi keamaan Tanah Air memang tidak memungkinkan untuk menggelar liga.

Benny memanfaatkan hal itu untuk memperdalam ilmu sebagai pelatih kiper. Ia pun belajar di Belanda selama dua tahun untuk mendapatkan sertifikat khusus pelatih penjaga gawang.

"Tahun 1999 saya ke Belanda buat ambil sertifikat pelatih kiper," ujarnya.

Setelah dua tahun di Belanda, Benny Van Breukelen kembali ke Indonesia. Ia melatih PSPS Pekanbaru saat itu.

"Tahun 2001 saya mulai lagi melatih di PSPS Pekanbaru. Dari PSPS itu saya terus menjadi pelatih kiper di beberapa klub, pernah juga di Timnas Indonesia kelompok umur dan wanita," jelas Benny.

 

Membina Banyak Kiper Berlabel Timnas

Pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen. (Bola.com/Aditya Wany)

Benny Van Breukelen sangat menikmati pekerjaannya. Apalagi banyak kiper yang pernah ia latih pada akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di Timnas Indonesia entah di kelompok umur ataupun di senior.

Sebut saja Kurnia Meiga (Arema FC), Fance Harianto (PSPS), Syahrul Trisna dan Angga Saputro (PS Tira). Kemudian ada pula Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul).

"Saya banyak mendidik kiper nasional. Setiap saya pegang tim ada saja pemain yang dipanggil Timnas," kata Benny bangga.

 

Momen Membanggakan

Benny van Breukelen saat mengikuti latihan bersama PBR di Lapangan ISCI, Ciputat, Kamis (5/11/2015). Benny van Breukelen mengaku bergabung dengan PBR untuk menyibukkan diri pasca pembekuan PSSI. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Benny van Breukelen saat mengikuti latihan bersama PBR di Lapangan ISCI, Ciputat, Kamis (5/11/2015). Benny van Breukelen mengaku bergabung dengan PBR untuk menyibukkan diri pasca pembekuan PSSI. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Selain itu ada satu momen lagi yang cukup dibanggakan oleh Benny sebagai pelatih kiper. Satu momen itu adalah saat ia menjadi pelatih Persiba Bantul di musim 2010/2011. Saat itu Persiba menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia.

"Ada satu lagi momen membanggakan, yakni saat Persiba Bantul juara," tandas Benny.

Persaingan di BRI Liga 1 2022/2023