Bentengi AS dari Serangan Siber, Google dan Microsoft Gelontorkan Ratusan Triliun Rupiah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joe Biden mengumpulkan para pemimpin bisnis di sektor teknologi hingga asuransi membahas tentang keamanan siber di Amerika Serikat.

Pertemuan membahas upaya negara Adidaya tersebut meningkatkan keamanan seiring terjadinya beberapa kasus peretasan perangkat lunak tingkat tinggi atau serangan siber terhadap perangkat lunak pemerintah seperti SolarWinds dan Colonial Pipeline.

Joe Biden pun menilai hal ini penting dibahas dalam pertemuan khusus demi memperkuat alat keamana. Pemerintah dan kolaborator dari beberapa perusahaan ingin memberikan pelatihan keterampilan pada pekerja yang ingin bekerja untuk AS.

Terdapat sekitar 500 ribu pekerjaan keamanan siber AS yang masih kosong dan belum terisi. Oleh karena itu, Biden baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan agensi AS menggunakan otentikasi dua faktor untuk login.

Penambahan lapisan keamanan diharapkan dapat membantu mencegah serangan siber. “Apple akan membuat program yang bertujuan membuat peningkatan keamanan di seluruh rantai pasokan teknologi mereka,” ujar salah satu perwakilan Gedung Putih kenapa CNBC, Kamis (26/08/2021).

Cakupan dari pasokan ini akan mengadopsi otentikasi multifaktor dan pelatihan keamanan. Komitmen yang dijalankan untuk menuju standar dari industri baru.

Google bahkan menyatakan jika perusahaan akan menginvestasikan lebih dari Rp 144,22 triliun selama lima tahun ke depan untuk memperkuat keamanan siber.

“Kami berjanji akan melatih 100 ribu orang AS di bidang teknis seperti dukungan teknik informatika (IT) dan analisis data lewat program Karier Sertifikat,” tambah Google.

Janji Setiap Kolaborator

(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)
(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)

Adapun janji keuangan yang disalurkan Google sama seperti yang disampaikan Apple, bahwa dana ditujukan untuk memperkuat rantai pasokan perangkat lunak dan keamanan sumber secara terbuka.

Selain Google dan Apple, Microsoft juga akan berkomitmen menyumbang Rp 288,4 triliun selama lima tahun ke depan berserta fasilitas dari alat keamanan yang lebih canggih. Pernyataan tersebut diketahui dari cuitannya di media sosial, Twitter.

CEO Microsoft Satya Nadella menegaskan akan menginvestasikan Rp 2,16 triliun untuk membantu lembaga pemerintah meningkatkan sistem keamanan dan memperluas kemitraan pelatihan keamanan siber.

“Pelatihan akan diberikan kepada 150 ribu orang dalam keterampilan siber selama tiga tahun,” ujar CEO International Business Machines Corporation (IBM) Arvind Krishna.

Komitmen dari perusahaan ini akan bermitra dengan perguruan tinggi dan universitas dari berbagai suku dan ras agar terjadi diversifikasi di ruang kerja. Perusahaan juga akan mengumumkan solusi penyimpanan data untuk perusahaan infrastruktur.

“Keamanan menjadi isu pada dekade ini. Harapan saya adalah dapat melihat lebih banyak koordinasi dari sektor publik dan swasta serta kami (IBM) akan melakukan bagiannya membantu keterampilan pekerja,” jelas Krishna.

Kolaborasi Lahirkan Inovasi

Gedung Putih (White House)
Gedung Putih (White House)

Pertemuan yang dinilai sangat produktif diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk menangani isu yang terjadi. Berdiskusi dan berkolaborasi dengan setiap perusahaan yang ahli di bidangnya melahirkan berbagai inisiatif.

Amazon Web Series, komputasi Amazon, berencana akan memberikan perangkat otentikasi multifaktor secara gratis untuk keamanan data yang lebih terjamin. Hal yang serupa juga ditawarkan kepada organisasi dan individu untuk bergabung ke pelatihan “Kesadaran Keamanan Siber”.

Melalui beragam solusi, inisiatif yang diberikan berbagai pihak, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon mengapresiasi segala diskusi dan upaya yang dilakukan untuk melindungi negara.

Ancaman siber yang dihadapi mungkin menjadi salah satu tantangan yang cukup besar bagi AS. Meskipun dengan kemajuan teknologi yang lebih maju dibandingkan negara dan kawasan yang lainnya, pemerintah didorong untuk tidak lengah dalam menangani masalah ini.

“Mudah-mudahan kami akan terus menindaklanjuti dan melakukan pekerjaan untuk melakukan perlindungan dari masalah yang sangat kompleks,” tambah Dimon.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel