Bentor jadi favorit angkutan di Gorontalo

MERDEKA.COM. Bentor atau Becak Motor banyak dijumpai di Gorontalo, Sulawesi Utara. Bentuknya yang menyerupai becak terbilang unik. Kendati menyerupai becak, Bentor telah dimodifikasi pada bagian depan dan belakangnya.

Bagian belakang memakai sepeda motor jenis bebek. Sedangkan bagian depannya masih menyerupai becak. Dari sisi kanan dan kirinya dipasang beberapa lampu, sehingga jika dilihat dari samping, bagian depan Bentor menyerupai kap mobil.

Salah satu tukang ojek Bentor, Sintalib mengatakan dirinya sudah belasan tahun berprofesi sebagai tukang ojek Bentor. "Saya sudah lama nunggangi Bentor," ujar Sintalib dengan logat Gorontalo yang masih kental saat ditemui di depan Gorontalo Mal, Sulawesi Utara, Minggu (24/3).

Pria berusia 53 tahun ini menambahkan, rata-rata para tukang ojek Bentor merupakan pemilik asli angkutan umum yang kerap berlalu lalang di kota tersebut. "Jadi awalnya saya mempunyai motor. Lalu tinggal ke bengkel aja untuk dibuatkan Bentor," cerita bapak dua anak ini.

Harga memodifikasi sebuah sepeda motor yang disulap menjadi Bentor pun bervariasi. "Kalau saya dulu habis sekitar Rp 3 juta. Tapi kalau sekarang sudah sekitar Rp 4 jutaan," tuturnya.

Harga yang bervariasi tersebut tergantung dengan permintaan sang pemilik sepeda motor. "Kalau cuma Bentor biasa itu ya Rp 3 jutaan. Tapi kalau ditambah lampu di kanan kirinya, lalu ada tempat memutar musik itu bisa Rp 4 sampai Rp 4,5 juta," ungkap pria yang tinggal di Jalan Raya Limboto, Telaga, Gorontalo, Sulawesi Utara tersebut.

Untuk tarifnya sendiri dihitung perorang. "Per orangnya Rp 2.000," tambahnya. Sekedar diketahui sekali perjalanan Bentor bisa mengangkut hingga 5 orang sekaligus. Namun, itu pun tergantung postur tubuh masing-masing individunya.

"Kalau badannya kurus-kurus di depan bisa tiga orang lalu di belakang dua. Tapi kalau besar-besar ya hanya bisa angkut tiga orang," ucapnya lagi.

"Untuk jarak, kalau dekat ya Rp 2.000 tapi kalau jauh bisa sampai Rp 15 ribu - Rp 25 ribu. Tergantung pembicaraan awalnya," jelas Sintalib lagi.

Pantauan merdeka.com, lalu lintas di Kota maupun Kabupaten Gorontalo didominasi oleh angkutan umum Bentor. Jarang sekali terlihat angkutan umum seperti angkot apa lagi sebuah bus. Rata-rata warga Gorontalo beraktivitas dengan menggunakan Bentor. Entah itu ke pasar, ke rumah, bahkan menuju kantor mereka.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.