Bentrok di PT GNI Sulteng juga Sebabkan Sembilan Orang Terluka

Merdeka.com - Merdeka.com - Aparat gabungan TNI dan Kepolisian masih melakukan penjagaan di lokasi bentrok PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sulawesi Tengah (Sulteng). Akibat bentrokan itu, terdapat dua korban meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto mengatakan, selain korban meninggal dunia terdapat juga korban luka ringan dan berat. Di mana korban merupakan dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Ada luka ringan sampai dengan sedang TKA itu ada lima orang. Di TKI ada tiga luka ringan. Luka berat satu dari pihak TKI," kata Didik usai dihubungi merdeka.com, Minggu (15/1).

Hingga kini, lanjutnya, para korban masih menjalani perawatan intensif.

Dari kejadian ini, puluhan orang telah diamankan kepolisian. Hingga kini polisi belum menetapkan status dari puluhan orang yang diamankan.

"(Status tersangka) belum, masih dilakukan pemeriksaan dahulu," terangnya.

Sebelumnya, unjuk rasa berujung bentrok maut terjadi di lokasi industri pengolahan nikel PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (14/1) siang hingga malam.

Kerusuhan yang terjadi di lingkungan perusahaan tersebut dilaporkan menimbulkan dua orang korban jiwa meninggal dunia, seorang TKI dan seorang TKA serta kerugian material yang cukup besar.

Dilaporkan pula terjadi penjarahan di asrama putri TKI serta pembakaran asset perusahaan. Sekitar 70 orang telah ditahan kepolisian. [cob]