Bentrok Geng Motor Tewaskan Remaja, Ini Pengakuan Tersangka

·Bacaan 2 menit

VIVA – Anggota geng motor berinisial DRH alias R (18) yang ikut mengeroyok anggota geng motor lainnya dalam aksi tawuran, di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku emosi sesaat.

Pelaku dengan sadis membacok korban LF (16) hingga tewas menggunakan celurit berukuran besar. Pelaku beraksi bersama tiga pelaku lainnya yakni inisial MS alias K (18), LNM alias L (16) dan MRS alias K (17).

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo bertanya langsung kepada para tersangka usai rilis kasus itu di Mapolres Metro Jakarta Barat.

"Kenapa sampai tega bacok orang?" tanya Ady kepada tersangka.

"Karena amarah sesaat," ujar pelaku inisial R.

Tersangka R yang ikut menyabet paha korban dengan celurit, mengaku kepada polisi bahwa dia masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 SMA.

Aksi tawuran antar geng tersebut, kata pelaku, berawal dari saling ejek di media sosial antara kelompok tersangka bernama Bedeng dengan kelompok korban bernama Kamdur, Kampung Duri.

Kemudian kedua kelompok tersebut berencana melakukan tawuran dengan membawa anggota masing masing. Waktu dan tempat mereka sepakati. "Awalnya saling ejek. Terus nyari sensasi," ujar tersangka R.

Kapolres Metro Jakarta Barat Ady Wibowo menjelaskan, sekelompok geng motor bernama Bedeng ini sempat melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor, untuk menemui kelompok musuhnya sebanyak 50 motor dan acungkan senjata tajam jenis celurit ke udara.

Saat kejadian, kelompok geng Bedeng mendatangi lokasi kelompok Kamdur. Kemudian terjadi perpecahan hingga akhirnya satu orang tewas dikeroyok oleh empat orang.

Korban tewas ditemukan tergeletak bersimbah darah akibat beberapa luka yang cukup parah di punggung hingga paha.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Cengkareng oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong karena luka yang mengakibatkan korban kehabisan darah.

"Yang bersangkutan kita bawa ke RSUD Cengkareng dan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan bahwa penyebab meninggal karena putusnya urat nadi atau pembuluh darah di paha sebelah kiri yang cukup dalam," ujar Ady.

Video peristiwa tawuran itu viral di media sosial pada Rabu, 11 Agustus 2021 lalu. Dalam aksinya, kelompok remaja ini sempat terlibat keributan dengan kelompok lainnya.

Dalam video terlihat sekelompok remaja menggunakan sepeda motor menyisir Jalan Daan Mogot.

Mereka membawa sejumlah benda tajam seperti parang, celurit, dan pedang. Sembari menenteng senjata tajam, mereka terlihat menguasai jalanan.

Mereka juga mengancam sejumlah pengendara lainnya yang melintas bersama mereka dengan mengacungkan senjatanya ke arah pengendara itu.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel