Bentrokan Baru Pecah di Kota Perbatasan Tunisia-Libya

Tunisia (AFP/ANTARA) – Sejumlah bentrokan pecah pada Sabtu antara warga dan pihak kepolisian di Ben Guerdane dekat perbatasan Tunisia dengan Libya setelah hampir sepekan demonstrasi atas kondisi kehidupan rakyat miskin.


Ben Guerdane, sekitar 30 kilometer dari perbatasan itu, dilanda kerusuhan sporadic sejak Minggu, yang didorong oleh keputusan Tripoli untuk menutup perbatasan Ras Jdir pada awal September atas alasan keamanan.


Puluhan pemuda, yang banyak dari mereka bertopeng, berkumpul di luar kantor polisi, yang dibakar pada Kamis, dan mereka juga melempari batu kepada polisi yang merespons dengan gas air mata, kata laporan oleh seorang jurnalis AFP.


Menjelang sore pihak kepolisian mengevakuasi kantor itu untuk mencari perlindungan di markas penjaga nasional, dan ketegangan tetap mencekam di seluruh daerah tersebut.


Sejumlah pengunjuk rasa mencaci maki keputusan partai Islam Ennahda, yang markas lokalnya juga dihancurkan pada pecan ini. Sebuah kantor bea cukai juga dibakar.


“Ben Guerdane bebas! (Perdana Menteri Hamadi) Jebali keluar!” teriak para pengunjuk rasa, dua hari menjelang peringatan kedua revolusi yang memicu Arab Spring.


Demonstrasi terbaru itu muncul saat sejumlah perwakilan dari pemerintah, serikat pekerja dan warga suku-suku local bertemu di Ben Guerdane dalam sebuah upaya guna mendiskusikan solusi bagi krisis tersebut.


Namun Amar Hamdi, yang memimpin cabang local konfederasi serikat buruh utama Tunisia (UGTT), mengatakan bahwa perundingan telah tercetus, dan menyalahkan pemerintah.(kn/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.