Bentrokan di PT GNI Morowali Utara, Menteri Bahlil: Jadi Materi Evaluasi Karyawan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia angkat bicara soal kasus yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Bahlil menyayangkan kejadian tersebut, dan meminta kejadian bentrokan pekerja ini sebagai bahan evaluasi kepada semua pihak.

"Kaitannya dengan GNI, kejadian ini patut disayangkan bersama karena ini jadi materi evaluasi baik investor, karyawan lokal dan karyawan asing, pemerintah," kata Bahlil di kantor Kementerian Investasi, Jakarta Pusat, Selasa (24/1).

Bahlil meminta tidak ada pihak yang saling menyalahkan atas peristiwa naas tersebut. Sebaiknya semua pihak diminta untuk melakukan evaluasi.

"Tidak usah saling menyalahkan, kita evaluasi diri saja. Ini pasti ada gesekan-gesekan," ungkap Bahlil.

Sebagai bagian dari pemerintah, Bahlil meminta semua pihak juga bisa berlaku adil kepada, investor dan negara. "Kalau saya ditanya, ya kita harus berlaku adil, adil ke investor dan adil ke negara," pungkasnya.

Sebagai informasi, aksi unjuk rasa anarkistis berujung bentrok terjadi di lokasi industri pengolahan nikel (smelter) PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, pada Sabtu (14/1) siang sampai malam hari.

Kerusuhan yang terjadi di lingkungan PT GNI tersebut dilaporkan menimbulkan dua orang korban tewas, seorang TKI dan seorang TKA serta kerugian material yang cukup besar.

Dilaporkan pula terjadi penjarahan di asrama putri TKI serta pembakaran aset perusahaan. Sekitar 70 orang telah ditahan kepolisian untuk diusut tuntas terkait aksi anarkistis tersebut. [idr]