Bentuk Dukungan PERSI untuk Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) memberi pelatihan coding INA-CBG's untuk kalangan perumahsakitan. Pelatihan yang merupakan rangkaian kegiatan Med-Verify ini bentuk kolaborasi antara PERSI dengan perusahaan pemimpin teknologi medis global, PT MedtronicIndonesia.

INA-CBG's (Indonesia Case base Groups) adalah sistem yang menentukan tarif standar yang digunakan rumah sakit (RS) sebagai referensi biaya klaim ke sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketua Umum PERSI, dr Kuntjoro Adi Purjanto M. Kes menjelaskan bahwa Med-Verify merupakan bentuk kontribusi kedua belah pihak untuk mengedukasi kalangan perumahsakitan yang selama ini kerap menghadapi tantangan dalam melakukan coding.

Kesalahan melakukan coding akan berdampak pada kelancaran proses klaim pada BPJS Kesehatan sehingga selanjutnya akan memengaruhi kondisi keuangan rumah sakit.

“PERSI sebagai wadah yang menaungi kalangan perumahsakitan Indonesia memandang acara ini sangat penting untuk mendukung RS yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dalam mengimplementasikan JKN, agar ke depannya proses klaim bisa berjalan lebih lancar,” kata Kuntjoro seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 4 Desember 2019.

Rangkaian kegiatan Med-Verify dimulai di Jakarta pada Selasa, 3 Desember 2019 dalam acara Focus Group Discussion Optimalisasi Koding Ina CBGs untuk Efisiensi Pelayanan Jantung Intervensi yang diselenggarakan PERSI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta.

 

Model Pembiayaan Era JKN

Kegiatan Med-Verify atau pelatihan coding INA-CBG's untuk kalangan perumahsakitan merupakan kerja kolaborasi antara Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan PT MedtronicIndonesia (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut Kuntjoro mengatakan bahwa model pembiayaan era JKN yang menerapkan model pembayaran retrospektif untuk INA CBG's, memacu kebutuhan akan peningkatan kemampuan petugas rumah sakit memasukkan kode yang tepat untuk prosedur intervensi medis.

Selain itu, keselarasan pemahaman antara dokter, manajemen RS dan coders juga perlu diperbarui terkait peraturan dan pedoman terbaru.

Oleh sebab itu, pelatihan ini bertujuan memfasilitasi diskusi dua arah antara RS dan pembuat kebijakan tentang pengkodean untuk intervensi prosedur medis.

"Modul pelatihan ini disusun PERSI dan Medtronic bersama para klinisi, tim Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta tim Casemix," katanya.

Pelatihan coding itu akan dilakukan di 14 RS di 11 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Padang, Palembang, Denpasar, Mataram, Makassar serta Manado.

Selanjutnya, modul itu akan dibawakan tim klinisi dan tim coding rumah sakit tersebut kepada tim manajemen RS serta para dokter yang menuliskan diagnosa dan nantinya ditindaklanjuti petugas coding.